Sunday, July 8, 2018

SENJA DI KOTA SOLO

July 08, 2018


SENJA DI KOTA SOLO 



Solo dan senja. Sepaket komplit tentang sebuah cerita yang ingatkan tentang sejarah lampau. Tentang kota Solo, kota penuh cerita cinta yang terkadang membuat nyaliku menciut untuk kembali menggores kenangan di sana. Sementara senja, adalah saksi nyata setiap perjalanan yang terkadang tak mampu untuk aku tuliskan di atas kertas. 



Tapi sore itu... 



Aku berani mengukir langkah—kembali—untuk menggores kenangan di Solo. Bersama sekumpulan kawan blogger dan bersama senja yang sore itu terlampau indah untuk aku lewatkan. 


Dari ketinggian level 29 di salah satu hotel bintang 5 di Solo—hotel Alila Solo, aku dan sekelompok kawan blogger menikmati senja sore itu. Tentunya, ditemani jamuan hotel bintang 5 yang rasanya berbeda dengan jajanan pinggir jalan yang sering kumakan. Hehehe... 



Sebagai seorang blogger, tidak afdol kalau tidak mengabadikan lukisanNya yang indah ini. Bermodal hp Asus Zenfone 3 pemberian suami pas valentine tahun kemarin, kuabadikan setiap moment indah indah. Setiap detik di mana mentari mulai pulang keperaduannya. Menikmati lukisan maha dasyat akan senja yang selalu setia menanti mentari kembali. Argh, senja... setiamu terkadang membuat aku merasa iri. 



Waktu terus bergulir, hingga akhirnya kutemui mentari telah benar-benar kembali ke peraduannya. Senjapun mulai beranjak dan berganti malam. 



Kembali... 



Kudapatkan lukisanNya yang maha dasyat. Menikmati malam di kota Solo dari ketinggian level 29. Lampu-lampu nan indah laksana bukit bintang. Indah sekali. 



Lagi dan lagi... 



Aku mengabadikan moment indah ini. Dan... kata mereka, malam ini Solo serasa di Seoul. Hahaha... 


Oh ya... siapapun, jika ingin menikmati senja dan bukit bintang dari ketinggian di Solo, siapapun bisa datang ke sini, ke Agra. Rooftopnya Alila. Di sini, memang dibuka untuk umum. Siapapun bisa kok menikmati indahnya kota Solo sambil bersantap. 





Kedatanganku ke Agra kali ini adalah kedatangan kedua kalinya. Tahun lalu, aku memang sempat menikmati Solo di malam hari dari Agra. Hmm... waktu itu saat ada undangan menikmati menu little India. 



Baca : #LittleIndia @Epice_Restaurant Hotel Alila Solo 



  1. Marry Me : cranberry juice + pandan syrup +passion fruit foam
  2. Red Dragon : hibiscus tea + pandan syrup + lemon juice
  3. Berkentini : beras kencur + fresh orange + lemon juice + gomme syrup
  4. Green Land : fresh kiwi + fresh cucumber + lemon juice + pandan syrup









Beberapa menu yang bisa dinikmati di Agra Rooftop, Alila Solo : 

Menu buffet : 

1. Roateed chicken with bbq sauce 

2. Roasted beef with musrooms sauce 

3. Baked fish withThai chili sauce 

4. Roasted potatoes 

5. Sauteed mixed paprika 

6. Buttered mixed vegetable 

7. Sweet corn chop 

8. Ceasar salad 

9. Pasta salad 

10. Opera cake 

11. And mixed fruit platter 

12. Ice campur 



Small bites : 

1. Choquette 

2. Duck salad 

3. Crispy beef 

4. Chicken wing 



Stall : 

1. Baked fish 

2. Chicken 

3. Beef 

4. Caesar salad 



Banyak banget menunya. 



Di Agra Rooftop, bisa juga loh buat dinner romantis. Cahaya remang-remang sambil menikmati kota Solo dari ketinggian. Hehehe... #melamunmembayangkan 



Agra Rofftop, Alila Solo. Recomended buat kalian yang ingin menikmati senja dan keindahan lukisanNya bersama yang tersayang. Apalagi letak Alila Solo juga strategis dan mudah dijangkau. Tak perlu pakai naik turun gunung lewati lembah ke samudera... ☺☺☺☺


Saturday, May 26, 2018

Jalan-Jalan Malam Hari di Jogja Nggak Kalah Asyik, Lho!

May 26, 2018

Jalan-Jalan Malam Hari di Jogja Nggak Kalah Asyik, Lho!




Jogja, kota yang selalu mempunyai daya tarik sendiri bagi penikmatnya. Jogja, kota yang menyimpan sejuta cerita dengan sejuta destinasi wisata yang selalu membuat pengunjungnya merindukannya.



Jogja, tak hanya menarik untuk dinikmati kala siang hari. Malam haripun, Jogja selalu menarik hati untuk membuat para pengunjungnya menjelajahinya.



Argh, malam hari yang biasanya identik dengan gelap yang menakutkan? Ternyata jalan-jalan saat langit sudah menghitam itu nggak kalah asyik dengan saat berpetualang di siang benderang. Pengalaman ini bisa kalian rasakan saat menjelajahi berbagai tempat wisata di Jogja. Di mana beberapa destinasinya terasa luar biasa saat dikunjungi di malam hari. Apa saja yang bisa kalian kunjungi untuk wisata malam Jogja di malam hari?



Sepanjang Jalan Malioboro


sumber:naradatour.com 


Ke Joga belum afdol kalau belum ke Malioboro. Pusat perbelanjaan di Jogja ini memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya. Apalagi di saat petang mulai datang. Malioboro lebih menarik untuk dinikmati.



Jika jalan-jalan ke Malioboro, jangan lupa membawa kamera digital! Saatnya untuk mengunjungi Jalan Malioboro di malam hari, pasang tripod, dan mengabadikan berbagai keindahan di jalan yang legendaris ini. Malioboro memang sangat populer bagi para wisatawan. Kalian bisa menyusuri jalanan dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang sangat asri ini. Kalau capek, boleh mampir sebentar di warung untuk merasakan nikmatnya kopi khas Jogja.

Tugu Yogyakarta


sumber:potograpero.com


Tugu Jogja tak kalah menariknya dengan Malioboro. Apalagi jarak keduanya bisa dibilang berdekatan.



Berpetualang ke tempat wisata di Jogja nggak lengkap kalau nggak selfie-selfie dulu di Tugu Yogyakarta. Sebuah landmark yang sangat populer bagi wisatawan yang mengidolakan Kota Gudeg ini. Kerlipnya di malam hari, berbaur dengan kesibukan masyarakat di kota tersebut juga layak untuk dinikmati. Nggak heran kalau makin malam, justru Tugu Yogyakarta makin rame dengan wisatawan yang pengen berselfie di sana.

Candi Prambanan


sumber:dolanno.com


Lho? Candi Prambanan buka sampai malam hari? Wah, masa baru tahu, sih. Saatnya untuk kembali ke Jogja dan merasakan petualangan Candi Prambanan setelah matahari terbenam. Kalau malam tiba, Candi Prambanan akan dihiasi dengan lampu sorot yang memukau. Selain menyalurkan hobi fotografi, kunjungi juga kegiatan seni yang digelar di sana, yaitu drama seni tari Ramayana Ballet Prambanan atau Sendratari Ramayana Prambanan.


Pintu Langit Dahromo


sumber:trivindo.com


Pintu Langit Dahromo merupakan sebuah wisata malam yang saat ini sedang ngetren di Jogja. Untuk mengetahuinya, kunjungi dulu Bukit Dahromo, yang berada di Desa Muntuk, Bantul. Dari sini, kalian bisa melihat bagaimana indahnya panorama alam, terutama kala matahari tenggelam perlahan di ufuk barat. Jaraknya cuma satu jam saja dari pusat kota dan memang disediakan bagi wisatawan untuk datang di malam hari. Jadi nggak usah khawatir dengan keamanan di Pintu Langit Dahromo karena sudah dikelola dengan baik.



Bukit Paralayang, Parangtritis


sumber:spotunik.com


Satu rekomendasi terakhir untuk tempat wisata di Jogja yang asyik dikunjungi malam hari adalah Bukit Paralayang yang ada di pesisir Parangtritis. Datanglah di sore hari jelang matahari terbenam. Nikmati hembusan angin ditemani langit yang beranjak jingga menuju kelam. Sebuah suasana yang bakal mengingatkanmu bahwa alam diciptakan untuk membuat manusia bahagia. Jadi sudah sepantasnya buat kalian untuk membuat alam bahagia, yaitu dengan menjaga kelestariannya.




Itulah lima tempat wisata di Jogja yang bisa kalian rasakan sambil menikmati indahnya suasana malam. Bagaimana? Sudah nggak sabar untuk balik lagi ke Kota Angkringan ini? Segera booking tiket perjalanan dan penginapannya buat liburan di musim panas ini. Biar bisa merasakan indahnya malam berbintang di Jogjakarta.

Thursday, April 26, 2018

LIBURAN IMPIAN KE NEGERI JIRAN DENGAN JD FLIGHT

April 26, 2018

LIBURAN IMPIAN KE NEGERI JIRAN DENGAN JD FLIGHT

Ketika beberapa kawan saya memimpikan sebuah perjalanan indah ke luar negeri, berbeda dengan saya yang kala itu sama sekali tak pernah berfikir akan menginjakkan kaki di negeri orang. Bagi saya, Indonesia yang luas ini belum pernah saya jelajahi, masa iya mau ke negeri orang? Gimana pula ngomongnya? Sementara Bahasa Inggris saya pasif.


Hingga setelah bertemu dengan Pak Wends, menikah, lalu mengenal dunia blogger, berkenalan dengan banyak blogger, ditambah lagi berteman dengan beberapa teman di masa lalu yang sudah menjelajah ke sana ke mari, dalam hati ada suatu niatan : aku juga ingin singgah di negeri orang.

Malaysia.

Negara tetangga yang sebelumnya tak pernah punya daya tarik dalam pandangan saya. Negeri asal Siti Nurhaliza ini tak pernah membuat saya ingin menyentuhnya, menjelajah keanggunannya yang kini justeru memberikan cerita tersendiri bagi saya.

Setiap lebaran, suguhan di meja rumah saya kebanyakan makanan dari Malaysia. Cokelat nan lezat menjadi pemanis tersendiri yang menyimpan kenangan. Pun dengan tontonan Upin-Ipin asala Malaysia... duh, saya seolah melihat kenangan masa kecil yang kini sulit saya temukan di dunia nyata.

Malaysia...

Meyimpan banyak cerita tersembunyi. Kepengin kebencian lantara negara tetangga ini seperti musuh bebuyutan seolah sirna begitu saja. Kekesalan hati lantaran negara ini sering mengklaim kekayaan Indonesia sebagai kekayaannya juga sirna begitu saja.

Aku ingin ke Malaysia.
Jangan tanya mengapa...
Aku hanya ingin mengenalnya, menyentuhnya
Dan menggoreskan seuntai cerita

Wisata Impian di Negeri Jiran
Negeri Jiran, begitu mereka menyebutnya. Ingin sekali saya mengunjungi dan menjelajahnya. Apalagi, sepupu saya, ibu mertua saya, pernah ke sana. Duh... hati semakin menggebu. Sebelum usia 30 datang, rasanya ingin menuntaskan impian ke sana bersama anak dan suami.


Yang saya kenal dari Malaysia selain bahasa melayu adalah Menara Kembar Petronas. Di mana kita bisa berfoto dengan baground Menara Kembar Petronas. Atau kalau tidak, kita juga bisa merasakan sensasi menikmati pemandangan Kuala Lumpur dari Sky Bridge (jembatan penghubung kedua menara).


Tapi ternyata...

Malaysia tak hanya sekedar Menara Kembar Petronas. Tapi ada Legoland, Batu Caver, Menara Kuala Lumpur, Gedung Sultan Abdul Samad, dan lain sebagainya. Sementara soal berbelanja, ada Bukit Bintang, Sungau Wang Plaza, Jalan Alor, atau Jalan Petaling.



Argh... Malaysia...

Yang paling membuat saya ingin sekali berkunjung ke Malaysia bersama keluarga adalah Legoland. Sebagai seorang mamah yang anaknya sangat menyukai lego, Legoland adalah daya tarik tersendiri bagi saya.


Sementara Batu Caves yang merupakan tempat ibadah umat Hindu Tamil yang terletak di dalam gua bukit batu kapur kawasan Gombak, Selangor ini merupakan daya tarik lantaran melihat beberapa teman blogger pernah ke sana. Berfoto dengan baground hiasan patung Dewa Murugan tertinggi di dunia (42,7 meter) yang berlapis emas. Duh... seperti wisata religi...

Selain itu, yang indah dalam pandangan saya dari Malaysia adalah Gedung Sultan Abdul Samad. Bangunan tua bergaya maroko ini mempunyai ciri khas kubah dari tembaga dan dinding bata mata. Selain itu, ada pula menara jam di bagian tengah gedung, sehingga membuat bangunan ini disebut Big Ben-nyan Malaysia. Ditambah lagu arsitekturnya yang unik membuat gedung ini menjadi objek fotografi di kalangan turis.

Sebagai seorang wanita, tentunya saya juga doyan berbelanja. Malaysia punya bukit bintang yang berbeda dari Jogja. Jika bukit bintang di Jogja adalah surga menikmati keindahan ciptaanNya, bukit bintang di Malaysia ini adalah surga bagi wanita penikmat belanja. Kawasan Bukit Bintang di Malaysia ini diisi outlet-outlet merek ternama atau bisa dibilang merupakan kawasan elite.

Tapi, jika ingin berbelanja dengan harga miring, di seberang Bukit Bintang ada Sungai Wang Plaza. Yang konon katanya, kita bisa berbelanja sepuasnya dengan harga yang miring.

Jika ingin menikmati Malioboro rasa Malaysia, Jalan Alor seolah menjadi jawabannya. Jalan Alor ini merupakan pusatnya wisata kuliner yang dibungkus seperti pasar malam.

Tetapi jika ingin menikmati nuansa pecinan di Malaysia, ada Jalan Petaling.

Bercerita tentang Malaysia tak akan pernah ada habisnya, justeru hati semakin jatuh cinta ingin mengunjunginya. Negeri tetangga yang menurut saya pribadi ini tak terlalu jauh dan ongkos perjalanannyapun masih masuk akallah di kantong keluarga saya. Apalagi... jika saya memesan tiket pesawatnya lewat JD.id.

Dulu, saya mengenal JD.id sebagai marketplace. Di mana iklannya sering sekali saya tonton di tivi. Katanya sih jaminan ori. Lalu, ada salah satu teman blogger yang doyan banget belanja di JD.id lantaran puas dengan pelayanannya. Eh... ternyata, lewat JD Flight, kita bisa memesan tiket pesawat ke manapun kita mau. Tentunya dapat harga terjangkau dan mudah pesan tiket pesawat.

JD.id tidak hanya menawarkan tiket pesawat murah saja, melainkan juga menghadirkan JD Hotel. Di mana kita juga bisa memesan hotel dengan mudah dan mendapatkan harga terjangkau. Waow... makin komplit saja yah JD.id ini?





Dan ketika saya memesan tiket pesawat ke Malaysia, saya memilih penerbangan dari Jogja ke Kuala Lupur, pulang pergi bersama anak dan suami hanya 5 jutaan saja. Saya seolah mimpi, beneran enggak sih ini? Pintu untuk mewujudkan impian berwisata ke negeri tetangga seolah terbuka lebar.

Oh ya, sebelum memesan tiketnya, tentunya saya membuat akunnya. Lantaran saya sudah mendownload dan menginstal aplikasinya di smartphone saya, saya daftarnya lewat smartphone. Step by stepnya mudah sekali.


Setelah punya akun, cuz memesan tiketnya. Lalu, Alhamdulillah dapat tiket pesawat murah.




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.

Monday, April 9, 2018

WISATA KELUARGA KE SOLO, #KAPANAJABISA DENGAN AIRY ROOMS

April 09, 2018

WISATA KELUARGA KE SOLO, #KAPANAJABISA DENGAN AIRY ROOMS

Boyolali – Solo, sebenarnya lumayan dekat. Cuma butuh waktu sejam sampai satu setengah jam sudah sampai tempat tujuan. Tapi... mengajak anak jalan-jalan ke Solo naik motor dan tidak menginap itu capek di jalan. Jadi, saya memilih staycation jika niatnya ke Solo adalah jalan-jalan bersama anak.

Solo itu luas. Banyak sekali tempat wisata. Entah wisata budaya, wisata keluarga, mall, cafe dan hotel-hotel juga berdiri gagah menghiasi kota Solo. Solo... kota yang menyimpan sejuta cerita dan selalu ngangeni.



Minggu, 8 April 2018 kemarin, bersama Pak Wends dan Juna, saya jalan-jalan ke Solo. Karena agenda kami memang dolan buat nyenengin Juna, maka kami mengunjungi wisata keluarga yang ramah anak.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman Balekambang, Manahan. Karena weekend, taman ini ramai sekali. Ada pertunjukan keroncong yang bisa kita tonton secara gratis.



Cukup membayar parkir, kita bisa bermain-main dengan puas. Tidak perlu kelaparan juga, karena di Taman Balekambang banyak sekali orang-orang berjualan makanan. Anak juga tidak bosan karena banyak odong-odong dan anak juga bisa bermain-main di balon besar yang saya tidak tahu apa namanya. Heheh... LOL

Untuk main di balon besar atau odong-odong, cukup merogoh uang Rp 10.000,- saja. Anak bisa main sepuasnya.




Selain itu, di Taman Balekambang juga ada perahu bebek. Kita bisa menyewanya. Ada pula area bermain anak seperti perosotan, ayunan, dan kawan-kawannya. Atau jika anak suka reptil, di Taman Balekambang ini juga ada Taman Reftil Balekambang.


Oh ya, jangan kaget jika dolan ke Balekambang kita berjumpa dengan rusa ataupun kera yang dibiarkan secara liar. Toh mereka juga tidak menggangu kok.

Di Balekambang juga ada galery kesenian. Di sini ada beberapa lukisan wayang. Cocok sih buat orang tua yang ingin mengenalkan wayang kepada anaknya.


Dan yang paling saya suka dari Taman Balekambang selain karena murahnya adalah, anak berseragam di larang masuk.

Setelah puas bermain di Taman Balekambang, saya bersama Pak Wends dan Juna lalu menuju tempat wisata yang akhir-akhir ini lagi ngehits. Di mana lagi kalau bukan di De Tjolomadoe.


Tempat yang dulunya pabrik gula dan kurang menarik untuk dikunjungi ini telah direvitalisasi dan diubah menjadi landmark pusat kebudayaan baru. De Tjolomadoe kini menjadi menjadi destinasi wisata heritage terbaru di Karanganyar dan Jawa Tengah, yang dapat difungsikan menjadi pusat kebudayaan, Concert Hall dengan kapasitas maksimal 3.000 orang, ruang pertemuan dan pameran dengan kapasitas maksimal 1.000 orang, serta area komersial untuk makanan atau minuman maupun kerajinan tangan. 
Sewaktu saya ke sana kemarin, masuk ke De Tjolomadoe masih gratis. Cukup membayar parkir Rp 2.000,- perjam untuk sepeda motor dan Rp 3.000,- perjam untuk mobil. Dan area parkirnya juga luas.


Masuk ke gedung De Tjolomadoe, terasa adem. Banyak sekali spot-spot yang instragamable.  Ada beberapa cafe juga, ada pameran-pameran foto juga. Pokoknya, asyique kok dolan ke De Tjolomadoe.








Untuk area luar juga luas. Si Juna bebas lari ke sana ke mari. Hmm... cocoklah ajak keluarga buat main ke De Tjolomadoe.

Oh ya, De Tjolomadoe ini buka mulai pukul 10.00 WIB yah. Saya ke sana sih waktu itu jam 12.00 an lebih. Pas panas-panasnya, tapi foto jadi bagus.






Selain Taman Balekambang dan De Tjolomadoe, sebenarnya Solo masih menyimpan banyak wisata keluarga. seperti Taman Jebres, Keraton Solo, Taman Satwataru Jurug, dan lain sebagainya.


Untuk kuliner, bagaimana?

Jangan khawatir, Solo itu banyak sekali kulinerannya. Mau kuliner ala cafe, kuliner lesehan di pinggir jalan, tinggal pilih saja.



Kalau saya kemarin sih ke Steak Moen-Moen yang berada di Colomadu. Secara tempat ini berada di antara Taman Balekambang dan De Tjolomadoe. Rasanya lumayan dan harganya sih ramah kantong—menurut saya.

Nginepnya, di mana?

Di Solo itu banyak sekali hotel-hotel yang berdiri gagah. Bahkan, hotel tertinggi se-Jawa Tengah juga ada di Solo. Mau nginep di hotel melati sampai bintang lima, tinggal pilih saja.

Etapi, jika mau menginap di hotel yang full fasilitas tapi per malamnya hanya 200 ribuan saja, coba menginap di Airy Rooms.

Airy Rooms adalah adalah jaringan operator hotel yang bermitra dengan berbagai hotel budget di seluruh Indonesia.

Terdapat tiga jenis kamar yang disediakan Airy Rooms, yaitu Airy Premier, Airy Standart, dan Airy Eco.

Airy Premier dan Standart memberikan jaminan 7 standar fasilitas yang terdapat di setiap kamar, yaitu: layanan Wi-Fi gratis, televisi, air hangat, pendingin ruangan, tempat tidur bersih, amenities, dan air minum.




Sedangkan untuk Airy Eco (kamar Airy Rooms dengan harga ekonomis) menjamin 6 fasilitas di setiap kamarnya yaitu: layanan WiFi gratis, televisi, pendingin ruangan, tempat tidur bersih, amenities, dan air minum gratis.

Di Solo, ada beberapa hotel Airy Rooms. Di antaranya :


Yang paling saya suka dari Airy Rooms adalah harganya yang ramah kantong tapi pelayanannya OK, bahkan ada welcome snacknya juga, serta di Airy ini sering sekali ada promo. Yang jelas sih, kamar hotel Airy mah nyaman.


Mau berwisata kapan saja? Di mana saja? Bisa dong, kan ada Airy Rooms. Airy Rooms, #KapanAjaBisa. 👱👱👱


sumber gambar : blog Airy Rooms dan dokumen pribadi



Wednesday, April 4, 2018

PULANGLAH BANG, NANTI KITA JALAN-JALAN KE JOGJA

April 04, 2018


PULANGLAH BANG, NANTI KITA JALAN-JALAN KE JOGJA

“Dek, nanti kalau Abang pulang, kita jalan-jalan ke Jogja, yah?” Setiap kali Abang mengirim pesan, pasti itu yang sering Abang ucapkan. Tapi kapan, Bang?

Adek tidak tahu, apakah Adek pantas menyebut Abang pulang. Karena kenyataannya, Jambi adalah tanah kelahiran Abang sekaligus tempat di mana Abang dibesarkan. Sementara Boyolali—Jawa—adalah tempat Embah dan saudara-saudara Pakdhe—ayah Abang—tinggal.

Adek masih ingat, terakhir kali kita berjumpa. Waktu Mbah Kakung meninggalkan kita untuk selamanya.

Waktu itu Adek sedih karena kehilangan Mbah Kakung. Beliau sosok kakek yang begitu menyenangkan, Bang.

Dulu, sewaktu Adek masih duduk di bangku SMA dan kemudian kuliah, Adek sering kali menginap di rumah Embah. Adek dan Mbah Kakung sering berbagi cerita. Kami juga sering nonton bola berdua. Dan Abang tahu tidak? Embah selalu menasehati Adek agar Adek melangkahkan kaki sejauh mungkin, agar Adek menuntut ilmu setinggi mungkin. Dan Adek selalu mengingatnya.

Bahkan, hal yang selalu Adek ingat sampai sekarang, Embah pulalah yang terus memberi Adek semangat agar Adek melanjutkan kuliah.


Kala itu Bang, kehilangan Embah itu adalah hal yang teramat menyakitkan. Akan tetapi, di balik rasa sedih itu, setidaknya Adek mensyukuri karena kita bisa berkumpul. Terakhir kita berkumpul sebelum kepergian Embah adalah di hari pernikahan Adek.

Bang... pulanglah ke Jawa, Bang. Nanti kita ke Jogja. Jangan seperti kemarin, Abang ke Jogja lantaran ada dinas luar. Tapi sayangnya, kita tak sempat berjumpa apalagi jalan bersama.



Bang... Adek ingin mengenalkan Jogja lebih luas lagi. Jogja bukan sebatas Pantai Parangtritis ataupun Candi Borobudur yang sebenarnya itu berada di Magelang. Banyak pantai maupun candi di Jogja, Bang.

Adek ingin mengenalkan Abang pada Candi Ijo, Tebing Breksi, Candi Ratu Boko dan sederet pantai nan indah di Gunung Kidul, Jogjakarta.

Abang tahu Candi Ijo?
Candi Ijo ini candi yang berbeda dengan candi lainnya, Bang. Candi yang berada di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta ini berada di atas bukit hlo, Bang.




Candi Ijo ini sangat indah sekali, Bang. Areanya cukup luas dan udaranya begitu sejuk. Aman mengajak anak-anak maupun orang tua. Akses transportasinya memang menanjak, tapi jalannya mudah kok, Bang.

Adek pernah ke Candi Ijo. Dan Adek ingin, jika Abang pulang ke Jawa, Adek ingin mengunjunginya bersama Abang, bersama Mbah Putri, bersama keluarga besar kita, Bang.

Setelah ke Candi Ijo, Bang, kita bisa mampir ke Tebing Breksi. Tebing Breksi ini berada di bawah Ccandi Ijo. Sesuai namanya Bang, Tebing Breksi ini merupakan perbukitan batuan breksi.


Tebing Breksi tak kalah indah dengan Candi Ijo, Bang. Bahkan, ada ukiran-ukiran di tebingnya. Yang paling Adek suka dari Tebing Breksi adalah ukiran wayang dan naga. Bagus banget, Bang.  Di Tebing Breksi kita juga bisa berfoto dengan burung hantu, tapi sayangnya Adek tidak berani, Bang. Cemen sekali ya, Bang, adekmu ini. Hahaha...

Beralih dari Tebing Breksi, kita bisa mampir ke Candi Ratu Boko. Yang satu ini, pastinya Abang familiar sekali. Apalagi Candi Ratu Boko ini pernah buat shooting AADC 2.




Dari Candi Ijo, Tebing Breksi dan Candi Ratu Boko, Adek memang lebih menyukai Candi Ratu Boko. Memang sih, tiket masuknya lebih mahal dibanding Candi Ijo dan Tebing Breksi yang hanya membayar parkir saja, akan tetapi sesuailah sama apa yang bakal kita dapatkan.

Candi Ratu Boko ini teramat luas, Bang. Adek lelah mengelilinginya. Hahaha...

Oh ya Bang, nanti kalau kita ke Candi Ratu Boko, kita pilih waktu yang agak sorean. Sunset dari Candi Ratu Boko begitu indah, Bang. Tapi sayangnya, pas Adek ke sana waktu itu mendung melanda. Jadi, Adek harus melupakan keindahan sunset Ratu Boko. Hahaha...

Oh ya Bang, ke Jogja belum lengkap jika kita belum ke pantai. Pantai di Gunung Kidul ini begitu indah dan banyak hlo, Bang. Ada Pantai Indrayanti, BKK (Baron, Kukup, Krakal), Sadranan, Sepanjang, Slili, dan banyak lagi Bang.



Adek punya cerita tersendiri untuk di Pantai Krakal. 7 tahun yang lalu, Bang, lelaki yang menikahi Adek menyatakan cintanya pada Adek di Pantai Krakal, Bang. Hehehe... Adek sih waktu itu belum bahagia banget, cintanya Adek ke dia belum seperti sekarang, Bang. Bahkan nih, Bang, Adek dulu berpesan sama dia agar tetap menjaga silahturahmi sama mantannya. Tapi sekarang, Bang, jangan tanya soal mantannya dia. Karena itu hanya memicu perang dunia ketiga. Hahaha.... Maafkan Adek yang malah curhat ya, Bang... J

Tahun 2017 lalu, Bang, ada beberapa pantai di Gunung Kidul yang adek kunjungi. Pantai Drini, Pantai Sepanjang, Pantai Slili dan Pantai Sadranan yang waktu itu ramai sekali. Konon di Pantai Sadranan ini kita bisa melihat indahnya alam bawah laut, Bang. Snorkling. Tapi sayang, Adek sama sekali tak mencobanya waktu itu.

Adek akan sedikit bercerita tentang Pantai Drini, Pantai Sadranan dan Pantai Slili. Dari ketiga pantai itu, Drini adalah favoritya Adek, Bang. Waktu Adek ke sana, angin Pantai Drini lumayang kencang dan ombak sedikit besar. Tapi Adek suka. Apalagi di sepanjang pantai ada gubug kecil-gubug kecil yang bisa disinggahi.

Di Drini kita juga bisa berenang, Bang. Ada areanya sendiri. Atau, kita bisa juga naik perahu. Pokoknya, asyique sekali, Bang.


Berbeda dengan Pantai Sepanjang, Adek kurang menyukainya. Di Sepanjang kita hanya mampu melihat pemandangan sembari menambah jajaran kenarsisan di timeline Instagram. Kita tak bisa berenang, tak bisa pula naik perahu. Ada bebatuan yang membuat kaki ini sakit. Hmm... hampir sama dengan di Krakal, Bang.


Sementara di Slili?

Lumayanlah, Bang. Tak jauh berbeda dengan di Drini. Dan di Slili ini seperti ada bukitnya, Bang. Waktu itu Adek berjalan ke bukit, menyeberang lewat jembatan. Duh, bagus banget Bang pemandangannya.


Argh, menjelajah Jogja tak akan ada habisnya Bang. Jogja tak sekedar Parangtritir, Gembira Loka, Taman Sari, Prambanan, ataupun Malioboro. Jogja ini luas...

Oh ya, kalau Abang ingin membeli oleh-oleh seperti kaos buat yang tersayang di sana, jangan ke Malioboro, Bang. Adek akan mengantar Abang ke Omah Oblong, Jogja. Bagus-bagus, Bang kaosnya. Adek punya loh kaos couple yang samaan sama suami dan anak Adek. Abang juga harus punya dong yang couple sama calon kakak ipar Adek.


Bang, pulanglah. Tapi jangan bilang kalau tiket pesawatnya mahal. Beli saja tiket pesawat Garuda Indonesia lewat skyscanner, Bang.  Skyscanner ini merupakan situr terpercaya, Bang, jaminan harganya jujur pula.

Kalau Abang belum tahu apa itu skyscanner, Adek kasih tahu, Bang.

Skyscanner adalah sebuah website yang membuat cara yang lebih mudah untuk bernavigasi dalam dunia penerbangan. Skyscanner memberi penawaran penerbangan terbaik dengan mudah dan tanpa stres, karena itu adalah batu loncatan yang terbaik untuk perjalanan apa pun. Jadi, skyscanner merupakan mesin pencarian perjalanan yang tanpa bias yang memindai situs penerbangan, hotel, dan penyewaan mobil di seluruh dunia sebanyak yang kami mampu, yang membuat kita merasa puas karena dapat menemukan penawaran yang luar biasa.

Adek kasih sedikit gambaran, Bang. Gambar di bawah ini adalah tiket pesawat dari Jambi ke Jogjakarta.





Yups, Adek sengaja memilih Jogja, Bang. Karena kita akan menjelajah Jogja. Dan kenapa Adek memilih skyscanner? Karena lewat skyscanner kita tidak hanya dimudahkan soal tiket pesawat saja, Bang. Melainkan, kita bisa booking hotel dan yang paling Adek suka adalah sewa mobil. Satu paket komplit kan, Bang?




Nah, Bang, bagaimana? Jadi kapan Abang pulang? Kapan kita menjelajah nusantara kita yang kaya akan budaya dan menyimpang keindahan alam yang memesona?

Adek menunggumu, Bang J

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.