Monday, February 24, 2020

OYO : PERSEMBAHAN CINTA UNTUK YANG TERCINTA

February 24, 2020

OYO : PERSEMBAHAN CINTA UNTUK YANG TERCINTA


Minggu Pagi
“Good morning my boy,” sapa saya kepada Juna. Bocah berusia 5 itu baru bangun tidur kemudian memeluk saya. Mendapati mamanya yang enggak menyuruhnya segera mandi, bocah itu lantas bertanya,”Mama libur?” dan sorot matanya yang tajam memandang saya.

Saya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“Ayah libur?” tanyanya lagi.

Kembali. Saya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“Horeee... kita jalan-jalan? Iya? Ke Solo nanti bobok hotel?” tanyanya dengan penuh antusias.

Dan, mamanya hanya bisa mengerutkan kening. Dalam pikiran bocah berusia 5 itu setiap hari libur pasti akan diajak jalan-jalan keluar kota, nginep hotel, kemall dan paginya menikmati jajanan di CFD (Car Free Day).




Argh... nyatanya tak seperti itu. Setelah enam hari lelah bekerja, nyatanya kami harus menerima kenyataan kalau weekend akan kami habiskan di rumah. Mulai dari beberes rumah, masak dan makan bersama sampai bermain ala kadarnya.

Dan bocah berusia 5 itu nyatanya sering bosan, setelah 5 hari menghabiskan waktu di sekolah, Sabtu di rumah, dan berharapnya hari Minggu dia akan diajak jalan-jalan oleh kedua orang tuanya. Tapi... ya maunya bocah itu bukan kemauan laksana sembarang bocah. Bocah usia 5 kok ngajaknya bobok hotel, ngemall main di playzone, jalan-jalan.  Zaman saya dulu, usia 5 ngerti apa sih? Hehehe 😊

Sadar enggak sadar, yang membentuk Juna seperti itu sebenarnya adalah saya. Kalau ada rejeki dikit biasa saya ajak staycation. Dan akhirnya, setahu dia kalau libur ya staycation.

Akhirnya, pas libur Imlek kemarin, saya mengajak Juna staycation di Solo. Waktu itu enggak malam Minggu, tapi malam Sabtu. Keesokan harinya kan enggak ada CFD, dan sebagai gantinya saya mengajak Juna ke Pasar Gedhe lihat lampion. Dan pas siang, saya mengajak Juna ke salah satu mall yang ada di Solo yang sewaktu itu ada pertunjukkan barongsai. Sekalian mengnalkan Juna pada apa itu Barongsai.


Pertunjukkan Barongsai siang itu dimeriahkan dari kelompok Barongsai Tri Pusaka Solo. Atraksinya menurut saya keren dan luar biasa.


Oh ya, kembali lagi ke hotel. Saya bersyukur, waktu itu saya dapat diskonan di OYO Hotels. Yups, OYO Hotels, salah satu jaringan Hotel Murah di Solo.

OYO yaitu jaringan perhotelan dan hotel hemat di India. OYO ini adasejak tahun 2013, didirikan oleh Ritesh Agarwal dan sejak itu berkembang menjadi lebih dari 8.500 hotel di 230 kota di India, Malaysia, Nepal, Cina, dan Indonesia. Dan salah satunya OYO juga hadir di kota Solo. Di Kota Solo ini OYO hadir dengan beberapa hotel, seperti Griya RW, Omah Manahan dan lain sebagainya. Dan yang jelas sih nginep di jaringan hotel OYO ini enggak menguras kantong.

Dan kala itu saya memilih OYO Guset House Omah Manahan. Kebetulan banget saya dan keluarga dapat tipe kamar VIP dengan harga enggak sampai 400 ribu rupiah. Wow banget kan?


Selain nginep di OYO Guest House Manahan dapat harga terjangkau, alasan lainnya yaitu tempatnya yang strategis. Tepatnya memang berada di tengah area perkampungan yang dan kanan kirinya banyak rumah warga, terus dekat juga dengan tempat ibadah, jadi pas adzan juga kedengaran, selain itu resepsionisnya 24 jam dan mereka itu ramah-ramah, kalau mau kulineran juga dekat mulai dari angkringan sampai KFC (kesukaan Juna). Mau ke mall juga enggak jauh-jauh amat.


Alasan lainnya yaitu tempat parkirnya tertutup, jadi aman. Terus fasilitas lumayan lengkap mulai dari air mineral gratis, sabun & shampoo, body lotion, WiFi, TV LED, air panas, di luar ruangan juga ada kursi-kursi buat duduk dan ada balkon juga. Oh ya, kalau mau request tambahan bed juga bisa.

Di Solo ini banyak kok beberapa hotel jaringan OYO Hotels. Recomended ya kalau liburan ke Solo. Berikut adalah beberapa tempat wisata yang cocok dikunjungi bersama keluarga saat ke Solo.

1.      Taman Satwataru Jurug (Jurug Zoo)

Kalau di Jogja punya Gembira Loka Zoo, di Solo juga punya Jurug Zoo. Meski Jurug Zoo tidak seluas dan selengkap Gembira Loka Zoo, tapi cukuplah buat mengenalkan si kecil dengan berbagai macam jenis hewan. Selain itu, harga tiketnya juga lebih murah dari Gembira Loka Zoo.


Di Jurug Zoo ini ada  67 jenis satwa dan 331 ekor satwa serta ditumbuhi lebih dari ribuan pohon yang membuat suasana lingkungan menjadi sejuk dan nyaman. Selain itu Jurug Zoo juga berada di tepian sungai Bengawan Solo. Lebih tepatnya sih berada di Jl. Ir. Suratmi No. 109, Surakarta.

2.      Taman Balaekambang

Taman Balaekambang adalah salah satu ruang terbuka hijau di Kota Solo. Taman Balaekambang ini merupakan peninggalan K.G.P.A.A. Mangkunagara VII ini dibangun pada 1921.

Di Taman Balaekambang ini ada taman botani, seni, budaya, edukasi dan rekreasi kota Solo. Taman Balaekambang juga dilengkapi tempat bersantai, area bermain, kolam, taman reptil, gedung kesenian, dan lainnya.

Taman Balaekambang ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga. Selain udaranya yang sejuk,di Taman Balaekambang juga ada area bermain yang pastinya bakal membuat anak-anak senang.

Taman Balaekambang terletak di Jl. Balekambang No.1, Manahan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta.

3.      Gedung Djoeang 45

Gedung Djoeang 45 ini terletak tepat di samping BTCdan BTS. Lebih tepatnya sih di Jl. Kapten Mulyadi No.113, Kedung Lumbu, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta.

Gedung Djoeang 45 Solo ini bisa dibilang tempat dolannya para milenal karena bangunannya yang bergaya Eropa ini cocok banget buat berfoto-foto,instagramable pokoknya.

Berwisata ke Gedung Djoeang 45 Solo ini sebenarnya bukan berwisata sembari berfoto, akan tetapi juga belajar akan sejarah karena Gedung Djoeang 45 Solo ini menyimpan sejarah akan masa lampau.


Ternyata Gedung Djoeang 45 Solo sudah berdiri sejak 1876. Gedung Djoeang 45 Solo ini didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada awalnya sih berfungsi sebagai bangunan sekolah dan asrama, dan pelengkap kompleks militer Benteng Vastenburg Solo yang ada di utaranya. Kemudian lanjut ketika masa pendudukan Jepang, gedung ini sempat dikuasai oleh Senkokan alias tentara Jepang dan dijadikan markas. Akan tetapi pada masa kemerdekaan, Gedung Djoeang 45 Solo ini bisa direbut kembali.

Meski sempat terbengkalai, akan tetapi Gedung Djoeang 45 Solo ini saat ini dirawat dan dijadikan tempat wisata semenjak 20 September 2019 lalu.

4.      Keraton Surakarta

Ke Solo belum afdol kalau belum ke Keraton Surakarta. Ah, tak perlu saya jelaskan lebih lanjut lagi, teman-teman pasti tahu kan Keraton Surakarta? Nah, kalau tengah berwisata ke Solo jangan lupa ke Keraton Surakarta juga ya 😊



5.      De Tjolomadoe

De Tjolomadoe ini adalaht empat yang dulunya pabrik gula dan kurang menarik untuk dikunjungi ini telah direvitalisasi dan diubah menjadi landmark pusat kebudayaan baru. De Tjolomadoe kini menjadi menjadi destinasi wisata heritage terbaru di Karanganyar dan Jawa Tengah, yang dapat difungsikan menjadi pusat kebudayaan, Concert Hall dengan kapasitas maksimal 3.000 orang, ruang pertemuan dan pameran dengan kapasitas maksimal 1.000 orang, serta area komersial untuk makanan atau minuman maupun kerajinan tangan.

Di De Tjolomadoe ini terdapat banyak sekali spot-spot yang instragamable.  Ada beberapa cafe juga, ada pameran-pameran foto juga tentang sejarah pabrik gula De Tjolomadoe.

De Tjolomadoe ini terletak di Jl. Adi Sucipto No.1, Paulan Wetan, Malangjiwan, Kec. Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

6.      The Heritage Palace

Tak ubahnya De Tjoloamdoe dan Gedung Djoeang, The Heritage Palace ini juga bangunan kuno bergaya Eropa yang merupakan bekas Pabrik Gula Gembongan yang direnovasi.


The Heritage Palace terletak di jalan Permata Raya Dukuh Tegal Mulyo rt.002/rw.008, Honggobayan, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Tempat lain yang tak kalah redomended yaitu Taman Cerdas Jebres, Taman Sri Wedari, bisa juga mengunjungi Kampung Batik Laweyan. Solo itu ngangeni,banyak tempat wisata keluarga, wisata budaya maupun wisata kuliner yang selalu membuat kangen dan kepengen kembali ke Solo.

Saya yang rumahnya Cuma Boyolali saja selalu ingin dan ingin nginep di Solo dan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di sana 😊

Nah, teman-teman juga mau nunjukin cintanya buat yang tercinta? Ajak aja staycation di OYO Hotel Murah di Solo  lalu explore tempat wisata yang ada di sekitarnya. Kalau saya sih memilih Solo sebagai kota untuk dikunjungi bersama keluarga 😊

Selengkapnya tentang OYO :



OYO Hotels, persembahan cinta untuk yang tercinta 😊


Monday, January 20, 2020

MERIAHKAN PERAYAAN MALAM TAHUN BARU IMLEK DI ALILA SOLO

January 20, 2020

MERIAHKAN PERAYAAN MALAM TAHUN BARU IMLEK DI ALILA SOLO


Lahir dan besar di Jawa, serta memang keturuan asli Jawa, akan tetapi saya sangat menyukai budaya Cina seperti Tahun Baru Imlek, lampion, barongsai, angpou dan tetek bengek yang berbau Imlek. Apalagi warnanya yang merah—warna kesukaan saya—semakin membuat saya jatuh cinta pada Imlek.


Setelah tahun baru, biasanya saya sangat antusias banget menyambut Imlek. Hmm, paling-paling saya beserta pasangan pergi ke Pasar Gede, ke acara Grebeg Sudiro dan berfoto di bawah lampion atau foto pas naik perahu di kali Pepe. Apalagi naik perahunya sama pasangan, waduh pasti romantis banget kan?

Tapi kali ini aku sih enggak cerita soal Imlek di Pasar Gede, Solo yah 😊 hmm, aku mau bahas soal Imlek di Hotel Alila Solo. Gimana ya suasana Imlek di Hotel Alila Solo? Apa yang berbeda dengan hotel-hotel lainnya?

Selain sebagai hotel tertinggi di kota Solo, Hotel Alila Solo adalah hotel berbintang lima. Pastinya Alila selalu menyuguhkan sajian yang berbeda. Seperti tahun kemarin, ada ondel-ondel raksasa di Alila. Terus, kali ini ada apa yah di Hotel Alila Solo?


Ditahun Tikus Logam kali ini Alila Solo menggelar acara yang sangat meriah untuk bisa dinikmati bersama, acara yang digelar pada Jumat tanggal 24 Januari 2020 mulai dari pukul 18.00 – 22.00 wib di Ballroom Alila Solo ini diisi dengan rangkaian acara yang special. Konsep yang dikemas apik dengan menyuguhkan pertunjukan Barongsai, Chinese Dance, Chinese Live Music, serta pertunjukan Erhu alat music khas dari Tiongkok, serta gelaran drama musical special mengusung cerita “Lao Shu Ai Da Mi”.  Waow, pastinya seru sekali ya dolaners 😊


Sebelum menikmati santapan istimewa Chinese Set Menu yang disajikan special, tamu akan diajak untuk bersama – sama melangsungkan “Yee Sang Ceremony”. Yee Sang adalah makanan khas pembuka dalam perayaan Imlek yang dipercaya sebagai symbol kelimpahan dan kemakmuran bagi siapa saja yang memakannya.  Chinese Set Menu dengan 5 courses special seperti Beef cheek salad, bamboo shoot, onion, carrot, soy – truffle dressing, coriander, lettuce wrapped in Vietnamese rice paper, Fish Lips soup, Egg Noodle, Short Rib, Peanut Parfait, hingga sajian special dessert yang tersaji dalam mini buffet. 



Hanya dengan IDR 388.000 nett per orang seluruh rangkaian pertunjukan hingga sajian special Chinese Set Menu, bisa dinikmati. Alila Solo juga memberikan promo dengan setiap pembelian buy 4 get 1 free, bila menghendaki menginap Alila Solo juga memberikan special rate mulai dari IDR 1.788.000 net per malam dengan tipe kamar standart sudah termasuk sarapan pagi serta santap malam special perayaan Chinese New Year untuk dua orang.   

Nah, merayakan Tahun Baru Imlek di Hotel Alila Solo kayaknya seru nih? Bagaimana dolaners? Apakah kalian tertarik untuk merayakan Imlek DI Alila Solo?

Wednesday, November 20, 2019

SARI TEMULAWAK HERBADRINK, TEMAN SETIA SAAT TRAVELING

November 20, 2019

SARI TEMULAWAK HERBADRINK, TEMAN SETIA SAAT TRAVELING


Mempunyai pasangan yang sama-sama doyan dolan adalah suatu keberuntungan. Tiap kami sama-sama libur, pasti sudah pusing memikirkan mau dolan ke mana? Dan seringnya itu kami dolan tanpa persiapan. Apalagi kalau dolannya tanpa mengajak anak, yang penting bawa smartphone dan kamera buat stok foto-foto. Sementara tetek bengek lainnya? Piker keri! Hahaha 😊


Kalau sudah asyik dolan dan menjelajah tempat-tempat baru, pasangan  saya biasanya sampai lupa diri. Bagaimana tidak? Kalau pergi dia mah yang penting foto-foto buat stok feed Instagram. Sudah begitu, terkadang dia juga lupa untuk makan dan yang terpenting baginya bisa mendatangi beberapa tempat sekaligus. Dan tidak mengherankan jika pada akhirnya tubuhnya ngedrop lantaran tidak memperhatikan pola makan dan terlalu kecapekan. Karena selain doyan dolan, pasangan  saya juga seorang yang bekerja.




Kalau pasangan saya adalah seorang yang abai akan kesehatan, sebaliknya dengan saya. Saya sangat memperhatikan dengan yang namanya kesehatan. Pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, serta minum minuman yang sehat seperti Herbadrink.


#KebaikanAlami Herbadrink yang terbuat dari bahan-bahan alami dan tanpa bahan pengawet adalah salah satu alasan saya sangat menyukainya. Dan favorit kami tiap dolan adalah membawa Sari Temulawak Herbadrink.


Kenapa Sari Temulawak Herbadrink?

Kalau pasangan saya adalah seseorang yang abai soal kesehatan apalagi kalau dolan, sebaliknya dengan saya. Saya sama sekali tak boleh abai. Saya harus memperhatikan tentang pola makan kami, istirahat kami dan minuman yang sehat untuk kami. Tidak mau dong kalau salah makan atau salah minum terus sakit, alhasil agenda dolan jadi bubar jalan.

Dan sudah bukan hal baru lagi kalau Temulawak dikenal dengan berbagai manfaatnya. Manfaat Temulawak yang saya ketahu adalah bermanfaat untuk memelihara fungsi hati karena temulawak mengandung kalagoga yang berperan menjaga kesehaan fungsi hati, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki fungsi pencernaan, bermanfaat menjaga kadar kolestrol dalam darah.

Itu baru beberapa manfaat Temulawak yang saya tahu, setelah membaca beberapa artikel, saya lebih paham lagi kalau Temulawak juga ada manfaat lainnya. Antara lain :

1.    Mencegah penggumpalan darah. Kandungan kurkumin dalam temulawak ternyata dapat menghambat pembentukan Trombokson B-2 yang merupakan senyawa pemicu penggumpalan darah yang dapat menyebabkan penyakit stroke serta serangan jantung.

2.    Rentan dengan persendian. Kandungan kurkumin dalam temulawak ternyata juga mampu mengurangi radang sendi dan nyeri.


Banyak banget kan manfaat dari Temulawak ini. Makanya kalau dolan kami sering membawa Sari Temulawak Herbadrink karena terbuat dari bahan-bahan alami, kemasan Sari Temulawak ini juga praktis.

Satu hal yang paling saya suka kenapa kalau dolan selalu membawa Sari Temulawak Herbadrink, biasanya kalau keasyikan foto-foto pasangangan saya sampai lupa makan siang. Dia lebih suka makan gorengan yang mengandung lemak dan minyak, tentunya itu tidak sehat. Dan untuk mengimbanginya, ya dengan minum Sari Temulawak Herbadrink ini. Karena kandungan zat yang terdapat dalam Sari Temulawak ini mampu merangsang produksi ke kandung kemih yang secara alami dapat membantu meningkatkan pencernaan.


Sekarang sudah tahu kan manfaat dari temulawak? Sudah paham juga kenapa setiap dolan kami selalu membawa minuman Sari Temulawak. Manfaatnya itu loh, benar-benar bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Sehat itu mahal harganya! Maka dari itu, jagalah kesehatan!

Tuesday, November 19, 2019

CAGAR BUDAYA INDONESIA CANDI LAWANG DAN CANDI SARI, SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI BOYOLALI

November 19, 2019

CAGAR BUDAYA INDONESIA CANDI LAWANG DAN CANDI SARI, SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI BOYOLALI


Berbicara tentang candi, ingatan saya langsung tertuju pada candi Borobudur. Candi Budha yang terletak di Magelang ini bukan hanya menjadi salah satu keajaiban dunia. Akan tetapi candi Borobudur juga menyimpan legenda yang beredar di masyarakat. Konon katanya candi Borobudur dibangun pada tahun 800 Masehi pada masa kerajaan dinasti Syailendra di Jawa Tengah.


Candi lain yang terekam dalam ingatan saya adalah candi Prambanan. Candi yang selalu saya lewati kalau ke Jogja ini, dulu legendanya sering muncul di buku paket Bahasa Indonesia saya. Candi yang mengungkap sejarah kisah cinta bertepuk sebelah tangan antara Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang ini merupakan candi bercorak Hindu. Konon katanya candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.



View this post on Instagram

JOGJA & SOBATKU Jogja selalu menyimpan cerita. Banyak tempat yang selalu menarik hati untuk dikunjungi. Mulai dari candi, malioboro, dan banyak tempat wisata lainnya yang menggoda hatiii... Bukan itu saja... tapi Jogja juga kota pelajar. Di sini, akan kau temui para pelajar dari pelosok nusantara. Makanya, enggak heran kan kalau tiap liburan atau weekend, Jogja bakalan macet cet cetttt... akan tetapi di balik kemacetannya itu menyimpan rasa... rasa untuk dikunjungi lagi dan lagiiii..... Oh ya, bicara weekend... weekend ntar di Ambarukmo bakalan aada acara keren loh. Acara bareng Sobatku. Udah pada tahu belum apa itu Sobatku? Tabungan online gitu dech, kan sekarang zamannya serba online. Jadi, enggak cuma belanja dan ojek aja yang online... tapi tabungan juga online :) oh ya, jadi minggu depan nanti tuh Sobatku mau bagi-bagi hadiah loh... selain itu kita bisa ngedance juga sama Om Pongki. Selengkapnya swipe aja yah :) #Sobatku #Tabunganonline #Undian100JT #TerbangUmroh #Jutawansobatku #Semuabisanabung #SOBATKUXPongki @sobatku_id
A post shared by Witri Prasetyo Aji (@witri_nduz) on




View this post on Instagram

Pagi dolaners, selamat berpuasa hari ke 4 Ramadan yah... tetap semangat dan semoga puasanya lancar :) . . اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ ALLAHUMMA QAWWINII FIIHI ‘ALAA IQOOMATI AMRIKA WA ADZIQNII FIIHI HALAAWATA DZIKRIKA WA AUDZI’NII FIIHI LI ADAAI SYUKRIKA BIKARAMIKA WAHFAZHNII FIIHI BIHIFZHIKA WA SITRIKA YAA ABSHARAN-NAAZHIRIIN  Artinya : Ya Allah! Mohon berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU. Mohon berilah aku kekuatan untuk bersyukur kepada-MU, dengan kemuliaan- MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat. . . #ayodolan #ayodolanbareng #traveling #travelblogger #travelfollowloop #travelgram #prambanan #travel #travelbloggers #dolanjogja #explorejogja #jogjakartaistimewa #jogjalovestory #jogjangangeni #lifestyleblogger_de #lifestyleblogger #lifestyle #blog #blogger #bloggersolo #bloggerboyolali #bloggerjogja #bloggerperempuan #emakblogger #EmakBloggerSolo #ramadan #ramadandecorations #ramadan2019
A post shared by D'Wendys Official (@ayo_dolanbareng) on

Candi di Jogja lainnya yang juga menyimpan sejarah kisah cinta adalah candi Plaosan. Candi ini terletak tidak jauh dari candi Prambanan, lebih tepatnya di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Candi Plaosan ini berbeda dengan candi Borobudur maupun candi Prambanan. Jika candi Borobudur bercorak agama Budha sementara candi Prambanan bercorak agama Hindu, candi Plaosan ini adalah perpaduan dari agama Budha dan agama Hindu.

Menurut sejarah, candi Plaosan ini adalah bukti cinta antara Rakai Pikatan yang menikahi  Pramordhawardani sementara keduanya berbeda keyakinan. Di mana Rakai Pikatan berasal dari Dinasti Sanjaya yang menganut agama Hindu, sedangkan Pramordhawardani berasal dari Dinasti Syailendra yang menganut agama Budha. Dan candi Plaosan ini dibangun sebagai lambang rasa cinta Rakai Pikatan dan Pramordhawardani.

Jadi, jangan heran jika candi Plaosan ini berbeda dengan candi-candi lainnya. Meskipun pada dasarnya candi Plaosan ini adalah candi yang bercorak agama Budha, tetapi secara arsitektur candi Plaosan memiliki campuran dengan candi Hindu di indonesia.

***

Candi-candi di atas hanyalah sebagian candi di Indonesia yang harus dirawat. Karena candi-candi tersebut merupakan cagar budaya Indonesia sekaligus bukti sejarah akan kehidupan masa lampau.

Sedari kecil, saya hanya tahu tentang candi Borobudur dan candi Prambanan saja. Padahal di Indonesia ada puluhan candi dengan kisahnya yang menarik untuk dipelajari. Dan di kota tempat saya tinggalpun ternyata juga ada 2 candi yang merupakan cagar budaya Indonesia yang meski dijaga keberadaannya. Kedua candi tersebut berada di kecamatan Cepogo, yaitu Candi Lawang dan Candi Sari.

Jika selama ini Cepogo terkenal dengan budaya sadranan dan deSA pengrajin tembaga, ternyata cepogo juga merupakan wilayah yang menyimpan akan sejarah perkembangan agama Hindu di Boyolali. Karena candi Lawang dan candi Sari tersebut adalah candi-candi peninggalan agama Hindu.


Candi Lawang di Dusun Dangean, Cepogo, Boyolali

“Lawang” berarti pintu. Candi Lawang ini bentuknya seperti pintu. Oleh karena itu, candi ini dinamakan candi Lawang.

Candi Lawang merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan Mataram Hindu yang diperkirakan periodesasi candi ini sekitar 750 M – 800 M. Struktur bangunannya menyerupai Candi Prambanan.


Candi Lawang pertama kali ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda pada tahun 1972. Candi ini terdiri atas satu candi induk yang sudah tidak utuh lagi dan hanya terlihat sebagian tubuhnya saja dengan denah berbentuk bujur sangkar dan kaki candi berdiri di atas batur. Candi Lawang ini juga memiliki perbingkaian gaya klasik tua di bagian kaki dan sebagian tubuhnya. Sementara ragam hias penghias bangunan candi Lawang atau ornamentalnya berupa simbar (antefiks) dan hiasan untaian bunga, serta hiasan geometris seperti motif gawang (kotak-kotak).

Di sebelah utara dan sebelah selatan candi induk ada candi perwara berdenah bujur sangkar. Sementara candi perwara di sebelah timur berdenah persegi panjang.

Sementara temuan lain yang ada di candi Lawang yaitu ada sebuah Yoni yang mengeluarkan rembesan air dari lubang Yoni-nya, arca Agastya, arca Durga Mahisasuramardini, pecahan makara, dan simbar (antefiks).


Untuk menuju candi Lawang, jalan menuju ke sana memang sudah bagus. Akan tetapi jalan yang berkelok dan letaknya yang berada di tengah dusun dan lebih tepatnya berada di belakang rumah warga ini membuat candi Lawang tidak banyak pengunjung. Meskipun pergi ke candi Lawang ini gratis, akan tetapi tanpa pemandu pergi ke candi Lawang agak kesulitan.

Candi Sari di Gedangan, Cepogo, Boyolali

Dibandingkan dengan candi Lawang, candi Sari ini lebih strategis meskipun sama-sama berada di tengah desa. Letak candi Sari ini lebih tinggi dari candi Lawang. Dan menurut saya viewnya juga lebih bagus karena berlatas gunung Merbabu dan gunung Merapi.


Akan tetapi, candi Sari ini terbilang kecil karena sekarang hanya tersisa pondasinya saja serta beberapa peninggalan lainnya. Pondasi bangunan candi Sari dekat dengan pohon beringin dan di atas pondasinya terdapat empat buah batu andesit berbentuk seperti ratna di setiap sudutnya serta satu buah Lingga semu di atas seperti lapik arca yang diletakkan di tengah foundasi.


Sama seperti candi Lawang, candi Sari ini adalah candi yang bercorak Hindu. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan satu buah Yoni dan satu buah arca Nandi tanpa kepala yang merupakan wahana atau kendaraan dari Dewa Siwa.

Cagar Budaya harus dirawat atau dibiarkan musnah?

Menurut Wikipedia, cagar budaya adalah daerah yang kelestarian hidup masyarakat dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan.

Sementara menurut undang-undang no. 11 tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Di Boyolali sendiri ada 5 cagar budaya, yaitu Candi Lawang, Candi Sari, Pertitaan Cabean Kunthi, Umbul Pengging dan Masjid Cipto Mulyo. Dari kelima Cagar Budaya yang ada di Boyolali, saya baru mengunjungi Candi Lawang, Candi Sari, dan Umbul Pengging yang setiap musim padusan menjelang puasa Ramadhan sangat ramai akan pengunjung.

Menurut saya pribadi, cagar budaya adalah sejarah sekaligus warisan nenek moyang yang  meninggalkan bukti akan perkembangan ilmu pengetahuan, agama serta kebudayaan di masa lalu. Dan semua itu harus dijaga keberadaannya agar generasi penerus nanti tahu akan sejarah perkembangan negaranya.

Lantas, bagaimana cara merawat Cagar Budaya Indonesia agar tidak musnah?

Cagar Budaya adalah sejarah yang tidak boleh musnah, oleh karena itu keberadaannya harus dijaga dengan cara :
1.    Adanya perawatan akan cagar budaya. Tanpa perawatan, cagar budaya bisa musnah. Apalagi jika dibiarkan begitu saja, tidak hanya musnah akan tetapi juga bisa menjadi ‘korban’ dari para tangan-tangan jahil
2.    Cagar budaya harus dilestasikan serta dilindungi
3.    Adanya konservasi cagar budaya agar tetap ada dan pesan dari masa lalu bisa tersampaikan pada generasi penerus

Cagar Budaya harus dirawat karena merupakan sejarah. Alangkah lebih baik jika siswa-siswi mulai dikenalkan dengan cagar budaya Indonesia yang ada di daerah sekitarnya. Diajak untuk mengenal sejarah nenek moyangnya dan diajak untuk merawat peninggalan nenek moyangnya.

Itulah sekilas cerita tentang candi—cagar budaya—yang keberadaannya meski kita rawat bersama-sama agar tidak musnah termakan zaman. Dan candi Lawang serta candi Sari adalah salah satu bukti cagar budaya yang keberadaannya harus kita jaga bersama-sama.

Oh ya, tulisan ini diikutkan dalam lomba blog "RAWAT ATAU MUSNAH". Dan  di daerah teman-teman sekalian pasti juga ada cagar budaya yang keberadaannya harus dijaga. Yuk ikutkan saja ceritanya dalam lomba blog  Cagar Budaya Indonesia dengan tema “RAWAT ATAU MUSNAH". Lomba blog ini diselenggarakan oleh Kemdikbud dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN).




Thursday, November 14, 2019

TIA AFI 2 MERIAHKAN GRAND OPENING RUMAH SAKIT JIH SOLO

November 14, 2019

TIA AFI 2 MERIAHKAN GRAND OPENING RUMAH SAKIT JIH SOLO


Hay dolaners, sudah pada tahu belum kalau di Solo sekarang sudah hadir Rumah Sakit JIH. Rumah Sakit yang enggak kayak rumah sakit sih menurut aku, etapi lebih tepatnya sudah kayak hotel saja. Lah gimana enggak, dari lobynya dan tipe-tipe kamar sampai fasilitasnya itu enggak kalah sama hotel. Dan Rumah Sakit JIH Solo ini benar-benar memberikan kenyamanan buat pasiennya. Rumah Sakit tapi enggak bau obat-obatan, dan lebih ke ‘rasa’ hotel.


Sabtu, 9 November 2019 bertepat dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, RS JIH Solo akhirnya resmi dibuka. Ratusan tamu undangan dan awak media turut hadir dalam acara Grand Opening RS JIH Solo. Dan lebih meriah lagi karena bintang tamunya adalah TIA AFI 2.


Kayak apa ya keseruan Grand Opening RS JIH Solo kemarin? Cuz simak aja cerita aku dan Pak Wendz ya dolaners 😊


Masuk ke RS JIH ini pas di loby kami sudah disambut dengan hiburan keroncong dan photobooth. Sampai aku bilang gini : “nonton keroncong di rumah sakit.” Setelah berfoto di photobooth, kami langsung menuju lantai 10 di Auditorium Bustanil Arifin, tempat di mana diadakan acara Grand Opening RS JIH Solo. Oh ya dolaners, sekilas informasi nih ya, Auditorium Bustanil Arifin ini disewakan loh. Yang mau ada acara bisa kok di auditorium ini. Dan santuy, jangan mikir : “masa sih acara di rumah sakit?” Enggak apa-apa kok, wong enggak kayak di rumah sakit.


Kembali ke acara, acara dimulai dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan kita lagu Indonesia Raya , lalu ada pembacaan lantunan Ayat Suci Al Qur’an dan pembacaan doa, dilanjutkan lagi sambutan-sambutan dari dr. Didit Novianto, Sp. PD, FINASIM selaku direktur utama RS JIH, ada juga sambutan dari Bapak Bambang Pediantoro, SE, MM, CPHR selaku Direktur Utama PT Unisia Medika Farma sebagai pengelola RS JIH dan masih ada sambutan-sambutan lagi dari Ketua Pembina Yabinstra, wakil wali kota Surakarta dan wakil dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.


Tak sampai disitu, pada acara Grand Opening RS JIH Solo ini juga ada penandatangan prasasti oleh ibu Bustanil Arifin serta penyerahan mobil ambulance dari Bank Syariah Mandiri untuk RS JIH Solo.

Setelah acara inti selesai, dilanjutkan dengan hiburan-hiburan yang sangat meriah. Mulai dari menyanyikan lagu Mars JIH dan Bengawan Solo oleh para staf JIH, penampilan tari Shaman dari siswa SD Ta’mirul Islam Surakarta, dilanjut juga penampilan kolosal dance yaitu Tari Bareng dari para adek-adek mahasiswa.


Hingga tiba saatnya pada puncak acara, yaitu penampilan dari Tia AFI 2. Suaranya yang powerfull membuat acara semakin meriah dan petjah. Tia AFI 2 menyanyikan beberapa lagu seperti A Whole New Word yang mengingatkan kami akan film Aladin yang belum lama ini diputar. Tak hanya itu saja, Tia AFI 2 juga menyanyikan lagu-lagu Jawa seperti lagu Sewu Kutho milik Didi Kempot dan Kertonyono Medhot Janji.


Penampilan dari Tia AFI 2 ini bisa disebut sebagai puncak acara sekaligus penutupan Grand Opening RS JIH Solo. Setelah itu acara selanjutnya adalah hospital tour yang dipandu oleh dr. Wisnu Prima Putra, M.Kes.


dr. Wisnu ini adalah pribadi yang humble dan sabar banget menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan dari teman-teman media. Dengan sabar, Beliau mengantar kami dari poli satu ke poli yang lainnya. Dan enggak ketinggalan juga dr. Wisnu mengantarkan kami melihat ruang rawat inap di RS JIH Solo.

Untuk fasilitas apa saja sih yang ada di RS JIH Solo serta apa saja tipe kamarnya, bisa di baca di postingan aku yang berjudul Rumah Sakit Rasa Hotel Bintang Lima.

Itulah cerita kemeriahan Grand Opening RS JIH Solo. Sampai jumpa dengan cerita-cerita dari kami yang lainnya ya dolaners 😊