Saturday, December 24, 2016

KALAU KE BOYOLALI, JANGAN LUPA NYUSU DI THE MILK

December 24, 2016
KALAU KE BOYOLALI, JANGAN LUPA NYUSU DI THE MILK

KALAU KE BOYOLALI, JANGAN LUPA NYUSU DI THE MILK. Pertama kali mendengar nama The Milk, hal utama dan pertama yang ada dalam pikiran saya adalah susu. Anggapan saya, nih cafe pasti semua menunya berbau susu. Saya kan eneg sama susu. Sampai-sampai pas diajak ke The Milk sama Pak Wendi, saya langsung menolaknya.


Etapi, gegara diajak reunian sama beberapa temen SMA pas lebaran kemarin, akhirnya saya menjejakkan kaki di The Milk yang berada di area Alun-alun dan Perkantoran Kabupaten Boyolali. Tekad saya waktu itu sih reunian, bodo amatlah sama menu-menunya.

Dan setelah saya memasuki nih cafe, memang cucok dech buat nongkrong-nongkrong syantiek gitu. Anak muda banget. Beragram macam kursinya, dari kursi kayu, ayunan sampai sofa empuk. Ada juga sih lesehan, tapi Cuma dua tempat sepertinya. Dan setelah saya amati, tuh tempat lesehan biasanya buat panggung live music dech. Jadi multifungsi.






Sementara soal menu, enggak semuanya berbau susu kok. Ada juga teh dan kopinya. Meskipun kebanyakan minumnya juga susu sih. Sementara makanannya? Ada roti bakar, sosis, otak-otak, nagget, nasi goreng, ayam goreng dan bahkan ayam rica-rica. Soal harga, menurut saya sih ramah di kantong.



Oh ya, kalau datang ke The Milk ini baiknya sore hari. Semakin malam semakin rame. Kalau siang, menunya sih belum komplit. Dua kali datang ke The Milk, yang terakhir saya agak kecewa, soalnya menunya kebanyakan belum matang.

Dan lagi, The Milk ini memang lebih cucok buat anak muda. Kurang ramah buat anak kecil apalagi orang tua. Kenapa saya bilang begitu? Soalnya saya pernah ajak orang tua saya ke sini untuk mencicipi ayam goreng dan ayam rica-rica pedasnya, etapi ya gitulah... Saya kurang sreg.



Dan satu lagi, untuk kasir sebenarnya saya sedikit kasihan, mbaknya agak bingungan dan kurang terkondisikan. Enggak tahu kalau sekarang, soalnya 2 kali ke The Milk ya pas lebaran itu. Kasirnya yang agak bingungan itu bisa diakalin pelanggannya. Kurang teliti menurut saya.

Sementara soal tempat? Startegis, apalagi adi area Alun-alun dan Kompleks Perkantoran Boyolali. Tempatnya nyaman buat nongkrong maupun kencan.


Well, buat yang suka nonkrong, bisa nih nyusu di The Milk.

Thursday, December 22, 2016

BLOGGER SOLO GATHERING DI BARELO SOLO

December 22, 2016
BLOGGER SOLO GATHERING DI BARELO SOLO

BLOGGER SOLO GATHERING DI BARELO SOLO. Sabtu, 17 Desember kemarin saya kembali ke Swiss Belinn Saripetojo Solo. Etapi, kali ini saya tidak staycation, melainkan menghadiri Workshop dan Blogger Gathering. Sekalian juga, lunch bareng teman-teman blogger Solo di BaReLo Solo.


Saya yang biasanya telat nih, kala itu bisa dibilang datang lebih awal. Secara, saat saya sampai di Swiss Belinn Saripetojo, baru ada Mak Hana dan Mak Rika yang masih menunggu di lobby hotel.

Saya, Mak Hana dan Mak Rikapun akhirnya langsung menuju BaReLo Solo yang berada di lantai 5. Secara kan ya, acaranya di BaReLo bukan di lobby hotel. Wkwkwk... LOL

Karena masih agak sepi, teman belum banyak yang datang, kami bisa milih tempat sesuai selera. Dan satu lagi, sebagai blogger belum afdol kalau belum foto-foto. Aish...


Tak berapa lama kemudian disusul oleh teman-teman lainnya. Acara akan segera dimulai. Dan kami disambut oleh Bapak Faisal Tranggano selaku General Manager Swiss Belinn Saripetojo Solo. Menurut Beliau, acara kali ini selain silahturahmi juga mengakomodasikan teman-teman blogger untuk promosi dan pengenalan wisata dan hotel di kota Solo. Dan khususnya, mengenalkan BaReLo Solo (Bar, Restaurant, Lounge) yang bisa dinikmati oleh siapapun tanpa harus menginap di Swiss Belinn Saripetojo.



Dan setelah sambutan hangat dari Bapak Faisal, sebelum acara worksop dimulai, kami para bloggerpun menikmati makan siang bersama di BaReLo Solo. Ada beberapa menu yang disiapkan untuk kami, diantaranya : potato leak soup yang menurut Mbak Hana rasanya itu juaraaa, pasta tuna arabiata, chickhen stuffing, steam fish soya sauce, brocoli cah mushroom, seafood thai salad, condiments, crakers, dan ice longan lychee.

Potato Leak Soup

Brocoli Cah Mushroom

Chickhen Stuffing

Pasta Tuna Arabiata

Seafood Thai Salad

Steam Fish Soya Sauce

Ice Longan Lychee

Dari menu-menu di atas, saya paling suka pasta tuna arabiata dan steam fish soya sauce, rasanya menurut saya juaraaa. Kalau ice longan lycheenya, suegerrrr.

Setelah makan siang bersama, barulah workshop dimulai. Workshop kali ini disampaikan oleh seorang travel blogger yang akrab di sapa Bowie Holiday, pemilik TheTravelJungkie.org. Cieee, keren kan? Apalagi tuh Mas Bowie sering banget traveling gratis, ini yang bikin ngiler dan pengen.



Etapi di sini, saya sih enggak ngejelasin soal materi workshop dari Mas Bowie, nanti yah di lapak sebelah, karena di sini saya mau fokus membahas BaReLo Solo. Yups, dari Mbak Emma Warnida selaku Executive Secretary & Public Relation Swiss Belin Saripetojo menjelaskan kalau BaReLo Solo ini memang salah satu fasilitas dari Swiss Belinn Saripetojo Solo yang bisa dinikmati oleh siapapun tanpa harus menginap. BaReLo sendiri bahkan memiliki ballroom yang bisa menampung 1150 orang, 8 meeting room. Konsep BaReLo sendiri ada yang modern dan tradisional karena ada pula yang berbentuk joglo, terus ada pula indoor dan outdoor. Etapi yang paling saya suka dari BaReLo adalah adanya fasilitas baby chair. Secara, saya memang memberi nilai plus untuk restaurant yang mempunyai fasilitas ini. Ditambah lagi ada mini playgroundnya. Dan BaRelo mempunyai itu, mini playground di dekat kolam renang.




Dan satu yang menarik dari BaReLo Solo, BaReLo Solo  ini cocok untuk romantic dinner. Atau bisa juga candle light dinner di pinggir kolam renang. Jiah... romatisnya... *jadi ngebayangin yang enggak-enggak

Kembali ke BaReLo Solo, untuk menu di BaReLo Solo, kami langsung diberi penjelasan dari Chef Ageng. BaReLo mempunyai 5 menu lokal yang menjadi andalan :
1.    Gurame 3 Rasa
Kalau biasanya, gurame itu kan satu rasa, berbeda loh kalau di BaReLo ini. Guramenya ada 3 rasa. Karena kita bisa menikmati gurame ini dengan sambal colo-colo, dabu-dabu atau asam manis.


Untuk sambal colo-colo sendiri, terbuat dari : sweet soya sauce, tomato, bawang merah, daun jeruk dan jeruk limau peras. Sementara untu dabu-dabu, terbuat dari : jeruk limau dan salad oil yang no bilter.
2.    Tengkleng
Hanya menggunakan tulang iga saja, tidak menggunakan usus, supaya tidak amis.


Untuk bumbunya, Chef Ageng selalu menggunakan rempah-rempah, seperti : jinten, kapolaga, cengkeh, laos, salam, duan jeruk. Dan proses pembuatan bumbunya sendiri juga lama agar aromanya keluar.

Dan menurut Chef Ageng, rahasianya biar empuk itu ada pada pros cookingnya.
3.    Nasi goreng BaReLo
Nasi goreng BaReLo ini ada 2 tipe, yaitu pedas dan tidak pedas. Yang membedakan adalah isinya, ada raisin, almond, paprika merah, dan ada paprika hijau. Jadi, ketika di makan ada rasa manis dari raisin, crunchy dari almondnya.


Untuk toping ada chicken dan juga udang.
4.    Sop buntut
Bumbu untuk sop buntut ini ada kapolaganya, kayu manisnya. Untuk proses cooking juga lama.


Sebelum dimasak, biasanya dagingnya dihilangkan darahnya terlebih dahulu. Proses cooking disiapkan sayuran pengharum. Dan biasanya dibanyakin garlicnya.
5.    Iga Bakar
Untuk iga bakarnya sendiri ini sangat empuk, ada rasa pedasnya dan juga ada lalapannya. Menggoda dech pokoknya.


Untuk pecinta masakan lokal, BaReLo Solo ini recomended banget.

Setelah penjelasan dari Chef Ageng, Bapak Faisal dan Mbak Emma sedikit menjelaskan tentang hotel Swiss Belinn Saripetojo Solo yang ternyata pada tanggal 15 Desember kemarin habis berulang tahun yang pertama.

Swiss Belinn Saripetojo memiliki 136 kamar, yaitu tipe superior, deluxe dan suite atau sering disebut saripetojo suite. Dan dari 136 kamar itu, 117 kamarnya adalah tipe deluxe. Sementara untuk view sendiri, Swiss Belinn Saripetojo menawarkan 2 view, yaitu : Slamet Riyadi bagian utara dan Slamet Riyadi bagian selatan.

Swiss Belinn Saripetojo ini memang hotel berbintang 3, etapi Swiss Belinn Saripetojo memiliki fasilitas hotel berbintang 5. Salah satu fasilitasnya adalah BaReLo Solo, kolam renang dan fitnes centre.


Setelah penjelasan tersebut, akhirnya kami sampai ke acara bebas alias mau foto-foto sak mareme ya boleh, mau renang ya boleh. Yang jelas sich gratis, soalnya kalau enggak ada acara kayak gini, renang bayar seratus ribu euy.

Di kolam renang, saya dan kawan-kawan blogger malah tidak berenang, melainkan malah berwelfie ria. Yah, kebiasaan blogger kan ya, banyakin foto terus sebelum diupload dipilih mana yang terbaik. Wkwkwk... LOL



Dan berhubung waktu sudah sore, acara usai dan sampai jumap kembali Swiss Belinn. J

Tuesday, December 20, 2016

SEMPAT MAMPIR DI ACARA SEKATEN SOLO 2016

December 20, 2016
SEMPAT MAMPIR DI ACARA SEKATEN SOLO 2016

SEMPAT MAMPIR DI ACARA SEKATEN SOLO 2016. Setiap bulan Maulud, sudah menjadi hal yang wajar kalau di Solo dan di Jogja ada acara sekatenan. Etapi, untuk yang di Jogja sih saya belum pernah sama sekali. Wong yang di Solo saja hanya beberapa kali, tidak setiap tahun. Macet dan berdesak-desakan, salah satu alasan kenapa saya jarang datang ke acara sekaten.

Etapi, acara sekaten ini mengingatkan akan cerita masa kecil. Saya bersama keluarga besar mama pernah diajak Alm. Kakek dan nenek ke acara sekaten. Di beliin dawet ayu lalu naik bianglala. Duh... tahun berapa ya waktu itu, saya masih SD dan rasanya bahagia banget.


Setelah dewasa, sempat juga datang ke sekaten. Ke pasarnya. Tahun 2013 kalau tidak salah, waktu itu sih masih tergolong pengantin baru, jadi kerjaannya kebanyakan main. Yang saya ingat dari sekaten 2013 itu adalah saya membeli 2 celengan dari tanah yang berbentuk angry bird dan ayam. Terus mengelilingi Alun-alun lor naik kereta kelinci.

Etapi, untuk acara sekaten tahun ini ternyata ada yang berbeda. Kalau menurut infonya sih puncak acaranya tanggal 12 Desember kemarin, dan kebetulan saya ke acara sekaten juga di tanggal itu. Ruame? Banget! nyari parkir saja syusahnya minta ampun.

Ada yang berbeda sih sekaten tahun ini dari tahun-tahun yang sebelumnya. Untuk tahun ini itu acara sekatennya singkat, hanya beberapa hari saja, beda dengan tahun-tahun yang sebelumnya, bisa mencapai sebulanan.

Selain itu, sekaten tahun ini tidak diadakan di Alun-alun Lor karena Alun-alun Lor digunakan sebagai Pasar Klewer sementara. untuk acara keraton memang sih masih seperti biasanya, tapi untuk permainan dan beberapa penjual menggelar lapak di Benteng Vastenburg dan tepian jalan Alun-alun Lor digunakan sebagai stand penjual mainan dari gerabah.

Etapi, berikut jadwal yang bisa saya foto dari acar sekaten kemarin. Untuk acara maleman sekaten di Benteng Vastenburg masih berlangsung sampai 25 Desember 2016 mendatang kog, jadi masih bisa tuh datang ke acara maleman sekaten.



Sesuatu yang berbeda dari sekaten

Yang saya suka dari acara sekaten itu banyak penjual mainan tradisional. Entak dari gerabah, kayu, bahkan kapal-kapalan. Pokoknya berasa tradisional banget.



Selain itu, ada juga yang jual jenang. Bunga-bunga palsu dan potnya. Patung dari tanah dan sebagainya.


Untuk acara keraton, saya sih enggak ikut. Selain karena emak-emak bawa anak, saya sih agak malas saat desak-desakan dan macet. Hehehe...

Monday, December 19, 2016

SEMALAM DI SWISS BELINN SARIPETOJO SOLO

December 19, 2016
SEMALAM DI SWISS BELINN SARIPETOJO SOLO


[Review Hotel]

SEMALAM DI SWISS BELINN SARIPETOJO SOLO. Kenapa sih saya tulis semalam? Karena memang kenyataannya saya Cuma semalem di Swiss Belinn Saripetojo Solo. Padahal kan check in bisa mulai pukul 14.00 WIB dan check out pukul 12.00 WIB. Etapi karena ayahnya Juna sok sibuk, waktu itu saya check in pukul 18.00 WIB dan check out pukul 07.30 WIB sehabis sarapan. Sedikit sedih sih karena tidak bisa memanfaatkan kolam renang dan playgroundnya. Hiks...

Berkat bantuan salah seorang teman blogger, tanggal 3 Desember 2016 kemarin saya, Juna dan Pak Wendi bisa merasakan staycation di Swiss Belinn Saripetojo Solo dengan harga yang murce. Kalau teman-teman mau, teman-teman bisa loh colek @maenequeen. Banyak tuh voucher hotel murce di sekitar Solo dan Jogja.


Oh ya, Swiss Belinn Saripetojo Solo ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, persis di depan Stasiun Purwosari. Yang saya suka dari Swiss Belinn Saripetojo Solo ini terletak di tengah kota dan bergandengan dengan Robinson dan D’Cost, jadi semisal butuh apa-apa sih dekat dengan supermarket dan restaurant.

Konon katanya, Swiss Belinn Saripetojo Solo ini adalah sebuah bangunan pabrik es dari zaman kolonial Belanda pada tahun 1919. Lumayan baru memang. Wong baru di buka Desember 2015 kemarin.

Kembali ke topik yah, saat check in di Swiss Belinn Saripetojo Solo ini prosesnya cepat banget. Tidak ada 10 menit. Setelah saya ngasih voucher ke reseptionist dan di mintai KTP, saya langsung di beri kunci kamar. Padahal yah, kalaupun hari menunggu sih enggak apa-apa. Wong loby Swiss Belinn Saripetojo Solo ini lumayan longgar.

Lobby
Menurut saya sih lobbynya lumayan luas. Ada beberapa sofa yang dijejer dengan tatanan melengkung. Sementara di depan sofa, langsung ada lift yang bakalan mengantarkan kita ke kamar-kamar hotel.



Lift
Untuk lift ada 2 lift untuk setiap kamar. Waktu itu sih saya dapat kamar no 1024 di lantai 10, etapi menunggunya sih enggak lama-lama banget kok.



Oh ya, di dalam lift ini ada beberapa keterangan, seperti di bawah ini :




Kamar
Saya dapat kamar Superior Room, include breakfast. Lumayan kan ya? Dan dapat viewnya itu mengarah ke kampus UNIBA. Eh jadi ingat teman-teman yang kuliah di UNIBA... *abaikan curcolan saya.


Kamar yang saya pilih ini juga no smoking dan king bed. Saya memang sengaja memilih yang no smoking, selain karena Pak Wendi itu bukan perokok, saya juga membawa Arjuna.

Untuk ukuran kamar, menurut saya sih kurang luas. Soalnya saya bawa Arjuna yang lumayan aktif. Etapi untuk ukuran hotel bintang 3, ukuran 20  itu kan standart. Apalagi dilengkapi fasilitas :
- Steker yang terintegrasi
- Akses internet Wi-Fi
- Mini-bar
- Kamar mandi dengan shower, tapi tidak ada bathtub-nya
- Fasilitas pembuat kopi dan teh
- LCD TV 42" dengan saluran satelit/ kabel
- Sambungan telepon NDD/IDD
- Kotak penyimpanan pribadi berukuran laptop





Saat memasuki kamar, kami sih sudah disambut dengan 2 buah botol air mineral, thermos, teh, kopi, gula dan creamer. Yang saya suka di sini itu karena ada thermosnya. Saya jadi tidak kebingungan kalau mau bikinin susu buat Arjuna.

Kamar Mandi
Kamar mandi menurut saya bersih, komplit ada sabun, shampho, odol, sikat gigi dan tissue. Saya sama sekali enggak ada komplain sih soal kamar mandi.  Apalagi ada beberapa handuk. Disediain juga plastik loundry buat tempat baju kotor. Lengkap sih, menurut saya.


Ada showernya, ya sayangnya enggak ada bathtub-nya. Mungkin beda kali yah kalau saya pesennya yang excecutive room, heheh...

Sarapan, Kolam Renang, Playground
Untuk restaurantnya, terletak di lantai 5. Sebelahan sama ball room dan kolam renang. Sebelah kolam renang ada playground buat anak-anak main dan fitness centre.

Karena waktu itu hari Minggu, pukul 07.00 WIB sudah ramai, etapi untuk direstaurantnya sih masih sepi. Kala itu saya tidak renang karena buru-buru check out, tapi sempatlah Arjuna main sebentar di playground.







Sehabis main, langsung sarapan. Di sini modelnya itu prasmanan, bisa nyobain ono-ini-ono-ini. Minumannya lengkap, ada teh, susu, kopi, juice dan yang lainnya. Makanannya juga lumayan lengkap, sayangnya tidak ada nasi biasa. Adanya nasi goreng sama bubur, etapi ya sudahlah... toh rasanya juga enak.

Other
Staycation di sini sebenarnya menyenangkan. Arjuna juga kelihatan senang banget. bahkan dia Cuma bobok sebentar terus tengah malam bangun dan mainan hingga subuh. Hmm, yang bikin emaknya gemes-gemes jengkel itu tatkala Arjuna mainan telp dan asal pencet tombol telp.





Oh ya, di sini juga ada welcome drink juga. Welcome drink berlaku sampai jam 22.00 WIB, langsung ke Barelo. Bisa milih, mau di dalam ruangan atau di luar ruangan. Waktu itu sih saya milih di luar ruangan dekat kolam renang, ada lilin-lilinnya dan agak romantis gitu. Etapi mana bisa yah romantis-romantisan kalau ajak si krucil, hehehe...


Yah, itu adalah sedikit pengalaman saya sewaktu menginap semalam di Swiss Belinn Saripetojo Solo. Karena ini pertama kalinya saya ngereview hotel, masih belajar dan itupun pakai nyari referensi postingan teman blogger. Boleh kasih saran dan kritiknya juga. Semoga bermanfaat J