Wednesday, April 4, 2018

PULANGLAH BANG, NANTI KITA JALAN-JALAN KE JOGJA



PULANGLAH BANG, NANTI KITA JALAN-JALAN KE JOGJA

“Dek, nanti kalau Abang pulang, kita jalan-jalan ke Jogja, yah?” Setiap kali Abang mengirim pesan, pasti itu yang sering Abang ucapkan. Tapi kapan, Bang?

Adek tidak tahu, apakah Adek pantas menyebut Abang pulang. Karena kenyataannya, Jambi adalah tanah kelahiran Abang sekaligus tempat di mana Abang dibesarkan. Sementara Boyolali—Jawa—adalah tempat Embah dan saudara-saudara Pakdhe—ayah Abang—tinggal.

Adek masih ingat, terakhir kali kita berjumpa. Waktu Mbah Kakung meninggalkan kita untuk selamanya.

Waktu itu Adek sedih karena kehilangan Mbah Kakung. Beliau sosok kakek yang begitu menyenangkan, Bang.

Dulu, sewaktu Adek masih duduk di bangku SMA dan kemudian kuliah, Adek sering kali menginap di rumah Embah. Adek dan Mbah Kakung sering berbagi cerita. Kami juga sering nonton bola berdua. Dan Abang tahu tidak? Embah selalu menasehati Adek agar Adek melangkahkan kaki sejauh mungkin, agar Adek menuntut ilmu setinggi mungkin. Dan Adek selalu mengingatnya.

Bahkan, hal yang selalu Adek ingat sampai sekarang, Embah pulalah yang terus memberi Adek semangat agar Adek melanjutkan kuliah.


Kala itu Bang, kehilangan Embah itu adalah hal yang teramat menyakitkan. Akan tetapi, di balik rasa sedih itu, setidaknya Adek mensyukuri karena kita bisa berkumpul. Terakhir kita berkumpul sebelum kepergian Embah adalah di hari pernikahan Adek.

Bang... pulanglah ke Jawa, Bang. Nanti kita ke Jogja. Jangan seperti kemarin, Abang ke Jogja lantaran ada dinas luar. Tapi sayangnya, kita tak sempat berjumpa apalagi jalan bersama.



Bang... Adek ingin mengenalkan Jogja lebih luas lagi. Jogja bukan sebatas Pantai Parangtritis ataupun Candi Borobudur yang sebenarnya itu berada di Magelang. Banyak pantai maupun candi di Jogja, Bang.

Adek ingin mengenalkan Abang pada Candi Ijo, Tebing Breksi, Candi Ratu Boko dan sederet pantai nan indah di Gunung Kidul, Jogjakarta.

Abang tahu Candi Ijo?
Candi Ijo ini candi yang berbeda dengan candi lainnya, Bang. Candi yang berada di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta ini berada di atas bukit hlo, Bang.




Candi Ijo ini sangat indah sekali, Bang. Areanya cukup luas dan udaranya begitu sejuk. Aman mengajak anak-anak maupun orang tua. Akses transportasinya memang menanjak, tapi jalannya mudah kok, Bang.

Adek pernah ke Candi Ijo. Dan Adek ingin, jika Abang pulang ke Jawa, Adek ingin mengunjunginya bersama Abang, bersama Mbah Putri, bersama keluarga besar kita, Bang.

Setelah ke Candi Ijo, Bang, kita bisa mampir ke Tebing Breksi. Tebing Breksi ini berada di bawah Ccandi Ijo. Sesuai namanya Bang, Tebing Breksi ini merupakan perbukitan batuan breksi.


Tebing Breksi tak kalah indah dengan Candi Ijo, Bang. Bahkan, ada ukiran-ukiran di tebingnya. Yang paling Adek suka dari Tebing Breksi adalah ukiran wayang dan naga. Bagus banget, Bang.  Di Tebing Breksi kita juga bisa berfoto dengan burung hantu, tapi sayangnya Adek tidak berani, Bang. Cemen sekali ya, Bang, adekmu ini. Hahaha...

Beralih dari Tebing Breksi, kita bisa mampir ke Candi Ratu Boko. Yang satu ini, pastinya Abang familiar sekali. Apalagi Candi Ratu Boko ini pernah buat shooting AADC 2.




Dari Candi Ijo, Tebing Breksi dan Candi Ratu Boko, Adek memang lebih menyukai Candi Ratu Boko. Memang sih, tiket masuknya lebih mahal dibanding Candi Ijo dan Tebing Breksi yang hanya membayar parkir saja, akan tetapi sesuailah sama apa yang bakal kita dapatkan.

Candi Ratu Boko ini teramat luas, Bang. Adek lelah mengelilinginya. Hahaha...

Oh ya Bang, nanti kalau kita ke Candi Ratu Boko, kita pilih waktu yang agak sorean. Sunset dari Candi Ratu Boko begitu indah, Bang. Tapi sayangnya, pas Adek ke sana waktu itu mendung melanda. Jadi, Adek harus melupakan keindahan sunset Ratu Boko. Hahaha...

Oh ya Bang, ke Jogja belum lengkap jika kita belum ke pantai. Pantai di Gunung Kidul ini begitu indah dan banyak hlo, Bang. Ada Pantai Indrayanti, BKK (Baron, Kukup, Krakal), Sadranan, Sepanjang, Slili, dan banyak lagi Bang.



Adek punya cerita tersendiri untuk di Pantai Krakal. 7 tahun yang lalu, Bang, lelaki yang menikahi Adek menyatakan cintanya pada Adek di Pantai Krakal, Bang. Hehehe... Adek sih waktu itu belum bahagia banget, cintanya Adek ke dia belum seperti sekarang, Bang. Bahkan nih, Bang, Adek dulu berpesan sama dia agar tetap menjaga silahturahmi sama mantannya. Tapi sekarang, Bang, jangan tanya soal mantannya dia. Karena itu hanya memicu perang dunia ketiga. Hahaha.... Maafkan Adek yang malah curhat ya, Bang... J

Tahun 2017 lalu, Bang, ada beberapa pantai di Gunung Kidul yang adek kunjungi. Pantai Drini, Pantai Sepanjang, Pantai Slili dan Pantai Sadranan yang waktu itu ramai sekali. Konon di Pantai Sadranan ini kita bisa melihat indahnya alam bawah laut, Bang. Snorkling. Tapi sayang, Adek sama sekali tak mencobanya waktu itu.

Adek akan sedikit bercerita tentang Pantai Drini, Pantai Sadranan dan Pantai Slili. Dari ketiga pantai itu, Drini adalah favoritya Adek, Bang. Waktu Adek ke sana, angin Pantai Drini lumayang kencang dan ombak sedikit besar. Tapi Adek suka. Apalagi di sepanjang pantai ada gubug kecil-gubug kecil yang bisa disinggahi.

Di Drini kita juga bisa berenang, Bang. Ada areanya sendiri. Atau, kita bisa juga naik perahu. Pokoknya, asyique sekali, Bang.


Berbeda dengan Pantai Sepanjang, Adek kurang menyukainya. Di Sepanjang kita hanya mampu melihat pemandangan sembari menambah jajaran kenarsisan di timeline Instagram. Kita tak bisa berenang, tak bisa pula naik perahu. Ada bebatuan yang membuat kaki ini sakit. Hmm... hampir sama dengan di Krakal, Bang.


Sementara di Slili?

Lumayanlah, Bang. Tak jauh berbeda dengan di Drini. Dan di Slili ini seperti ada bukitnya, Bang. Waktu itu Adek berjalan ke bukit, menyeberang lewat jembatan. Duh, bagus banget Bang pemandangannya.


Argh, menjelajah Jogja tak akan ada habisnya Bang. Jogja tak sekedar Parangtritir, Gembira Loka, Taman Sari, Prambanan, ataupun Malioboro. Jogja ini luas...

Oh ya, kalau Abang ingin membeli oleh-oleh seperti kaos buat yang tersayang di sana, jangan ke Malioboro, Bang. Adek akan mengantar Abang ke Omah Oblong, Jogja. Bagus-bagus, Bang kaosnya. Adek punya loh kaos couple yang samaan sama suami dan anak Adek. Abang juga harus punya dong yang couple sama calon kakak ipar Adek.


Bang, pulanglah. Tapi jangan bilang kalau tiket pesawatnya mahal. Beli saja tiket pesawat Garuda Indonesia lewat skyscanner, Bang.  Skyscanner ini merupakan situr terpercaya, Bang, jaminan harganya jujur pula.

Kalau Abang belum tahu apa itu skyscanner, Adek kasih tahu, Bang.

Skyscanner adalah sebuah website yang membuat cara yang lebih mudah untuk bernavigasi dalam dunia penerbangan. Skyscanner memberi penawaran penerbangan terbaik dengan mudah dan tanpa stres, karena itu adalah batu loncatan yang terbaik untuk perjalanan apa pun. Jadi, skyscanner merupakan mesin pencarian perjalanan yang tanpa bias yang memindai situs penerbangan, hotel, dan penyewaan mobil di seluruh dunia sebanyak yang kami mampu, yang membuat kita merasa puas karena dapat menemukan penawaran yang luar biasa.

Adek kasih sedikit gambaran, Bang. Gambar di bawah ini adalah tiket pesawat dari Jambi ke Jogjakarta.





Yups, Adek sengaja memilih Jogja, Bang. Karena kita akan menjelajah Jogja. Dan kenapa Adek memilih skyscanner? Karena lewat skyscanner kita tidak hanya dimudahkan soal tiket pesawat saja, Bang. Melainkan, kita bisa booking hotel dan yang paling Adek suka adalah sewa mobil. Satu paket komplit kan, Bang?




Nah, Bang, bagaimana? Jadi kapan Abang pulang? Kapan kita menjelajah nusantara kita yang kaya akan budaya dan menyimpang keindahan alam yang memesona?

Adek menunggumu, Bang J

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

No comments:

Post a Comment