Thursday, April 26, 2018

LIBURAN IMPIAN KE NEGERI JIRAN DENGAN JD FLIGHT


LIBURAN IMPIAN KE NEGERI JIRAN DENGAN JD FLIGHT

Ketika beberapa kawan saya memimpikan sebuah perjalanan indah ke luar negeri, berbeda dengan saya yang kala itu sama sekali tak pernah berfikir akan menginjakkan kaki di negeri orang. Bagi saya, Indonesia yang luas ini belum pernah saya jelajahi, masa iya mau ke negeri orang? Gimana pula ngomongnya? Sementara Bahasa Inggris saya pasif.


Hingga setelah bertemu dengan Pak Wends, menikah, lalu mengenal dunia blogger, berkenalan dengan banyak blogger, ditambah lagi berteman dengan beberapa teman di masa lalu yang sudah menjelajah ke sana ke mari, dalam hati ada suatu niatan : aku juga ingin singgah di negeri orang.

Malaysia.

Negara tetangga yang sebelumnya tak pernah punya daya tarik dalam pandangan saya. Negeri asal Siti Nurhaliza ini tak pernah membuat saya ingin menyentuhnya, menjelajah keanggunannya yang kini justeru memberikan cerita tersendiri bagi saya.

Setiap lebaran, suguhan di meja rumah saya kebanyakan makanan dari Malaysia. Cokelat nan lezat menjadi pemanis tersendiri yang menyimpan kenangan. Pun dengan tontonan Upin-Ipin asala Malaysia... duh, saya seolah melihat kenangan masa kecil yang kini sulit saya temukan di dunia nyata.

Malaysia...

Meyimpan banyak cerita tersembunyi. Kepengin kebencian lantara negara tetangga ini seperti musuh bebuyutan seolah sirna begitu saja. Kekesalan hati lantaran negara ini sering mengklaim kekayaan Indonesia sebagai kekayaannya juga sirna begitu saja.

Aku ingin ke Malaysia.
Jangan tanya mengapa...
Aku hanya ingin mengenalnya, menyentuhnya
Dan menggoreskan seuntai cerita

Wisata Impian di Negeri Jiran
Negeri Jiran, begitu mereka menyebutnya. Ingin sekali saya mengunjungi dan menjelajahnya. Apalagi, sepupu saya, ibu mertua saya, pernah ke sana. Duh... hati semakin menggebu. Sebelum usia 30 datang, rasanya ingin menuntaskan impian ke sana bersama anak dan suami.


Yang saya kenal dari Malaysia selain bahasa melayu adalah Menara Kembar Petronas. Di mana kita bisa berfoto dengan baground Menara Kembar Petronas. Atau kalau tidak, kita juga bisa merasakan sensasi menikmati pemandangan Kuala Lumpur dari Sky Bridge (jembatan penghubung kedua menara).


Tapi ternyata...

Malaysia tak hanya sekedar Menara Kembar Petronas. Tapi ada Legoland, Batu Caver, Menara Kuala Lumpur, Gedung Sultan Abdul Samad, dan lain sebagainya. Sementara soal berbelanja, ada Bukit Bintang, Sungau Wang Plaza, Jalan Alor, atau Jalan Petaling.



Argh... Malaysia...

Yang paling membuat saya ingin sekali berkunjung ke Malaysia bersama keluarga adalah Legoland. Sebagai seorang mamah yang anaknya sangat menyukai lego, Legoland adalah daya tarik tersendiri bagi saya.


Sementara Batu Caves yang merupakan tempat ibadah umat Hindu Tamil yang terletak di dalam gua bukit batu kapur kawasan Gombak, Selangor ini merupakan daya tarik lantaran melihat beberapa teman blogger pernah ke sana. Berfoto dengan baground hiasan patung Dewa Murugan tertinggi di dunia (42,7 meter) yang berlapis emas. Duh... seperti wisata religi...

Selain itu, yang indah dalam pandangan saya dari Malaysia adalah Gedung Sultan Abdul Samad. Bangunan tua bergaya maroko ini mempunyai ciri khas kubah dari tembaga dan dinding bata mata. Selain itu, ada pula menara jam di bagian tengah gedung, sehingga membuat bangunan ini disebut Big Ben-nyan Malaysia. Ditambah lagu arsitekturnya yang unik membuat gedung ini menjadi objek fotografi di kalangan turis.

Sebagai seorang wanita, tentunya saya juga doyan berbelanja. Malaysia punya bukit bintang yang berbeda dari Jogja. Jika bukit bintang di Jogja adalah surga menikmati keindahan ciptaanNya, bukit bintang di Malaysia ini adalah surga bagi wanita penikmat belanja. Kawasan Bukit Bintang di Malaysia ini diisi outlet-outlet merek ternama atau bisa dibilang merupakan kawasan elite.

Tapi, jika ingin berbelanja dengan harga miring, di seberang Bukit Bintang ada Sungai Wang Plaza. Yang konon katanya, kita bisa berbelanja sepuasnya dengan harga yang miring.

Jika ingin menikmati Malioboro rasa Malaysia, Jalan Alor seolah menjadi jawabannya. Jalan Alor ini merupakan pusatnya wisata kuliner yang dibungkus seperti pasar malam.

Tetapi jika ingin menikmati nuansa pecinan di Malaysia, ada Jalan Petaling.

Bercerita tentang Malaysia tak akan pernah ada habisnya, justeru hati semakin jatuh cinta ingin mengunjunginya. Negeri tetangga yang menurut saya pribadi ini tak terlalu jauh dan ongkos perjalanannyapun masih masuk akallah di kantong keluarga saya. Apalagi... jika saya memesan tiket pesawatnya lewat JD.id.

Dulu, saya mengenal JD.id sebagai marketplace. Di mana iklannya sering sekali saya tonton di tivi. Katanya sih jaminan ori. Lalu, ada salah satu teman blogger yang doyan banget belanja di JD.id lantaran puas dengan pelayanannya. Eh... ternyata, lewat JD Flight, kita bisa memesan tiket pesawat ke manapun kita mau. Tentunya dapat harga terjangkau dan mudah pesan tiket pesawat.

JD.id tidak hanya menawarkan tiket pesawat murah saja, melainkan juga menghadirkan JD Hotel. Di mana kita juga bisa memesan hotel dengan mudah dan mendapatkan harga terjangkau. Waow... makin komplit saja yah JD.id ini?





Dan ketika saya memesan tiket pesawat ke Malaysia, saya memilih penerbangan dari Jogja ke Kuala Lupur, pulang pergi bersama anak dan suami hanya 5 jutaan saja. Saya seolah mimpi, beneran enggak sih ini? Pintu untuk mewujudkan impian berwisata ke negeri tetangga seolah terbuka lebar.

Oh ya, sebelum memesan tiketnya, tentunya saya membuat akunnya. Lantaran saya sudah mendownload dan menginstal aplikasinya di smartphone saya, saya daftarnya lewat smartphone. Step by stepnya mudah sekali.


Setelah punya akun, cuz memesan tiketnya. Lalu, Alhamdulillah dapat tiket pesawat murah.




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.

1 comment:

  1. Whuaa saya juga belum pernah ke negeri Jiran. Semoga ada rezekinya ke sana. Aamiin

    ReplyDelete